Antisipasi Virus Corona di DKI

Wagub Ariza Akui Pencemaran Udara di Jakarta Meningkat Selama PPKM, Pemprov DKI Cari Solusi Terbaik

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui, kondisi udara di ibu kota semakin memburuk saat masa PPKM Level 4.

ISTIMEWA
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui, kondisi udara di ibu kota semakin memburuk saat masa PPKM Level 4. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui, kondisi udara di ibu kota semakin memburuk saat masa PPKM Level 4.

Pencemaran lingkungan pun semakin meningkat seiring mulai dilakukannya pelonggaran kegiatan masyarakat.

"Memang ada peningkatan yang signifikan, tapi semua kami atur, kami kendalikan sesuai ketentuan yang ada," ucapnya, Minggu (22/8/2021).

Untuk mengatasi hal tersebut, beragam upaya dilakukan Pemprov DKI, khususnya masalah limbah medis.

"Dinas Kesehatan DKI sudah mengatur mencari solusi terbaik bagi penanganan limbah medis dan sebagainya," ujar Ariza.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahamd Riza Patria saat ditemui di gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahamd Riza Patria saat ditemui di gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2021). (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

Dilansir dari Kompas.com, polusi udara di wilayah Jakarta dilaporkan justru semakin memburuk ketika masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan Level 4.

Bondan Andriyanu dari Greenpeace Indonesia membandingkan data yang didapat dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada Juni dan Juli 2021.

Baca juga: PPKM Level 4 di Jakarta Berakhir Besok, Begini Rencana Kelanjutannya Kata Wagub Ariza

Diketahui, berdasarkan status Baku Mutu Udara Ambient (BMUA) PM 2,5 di stasiun pemantau kualitas udara (SPKU) milik DKI dan US Embassy, kandungan polusi udara pada Juli 2021 lebih tinggi dibandingkan Juni 2021.

"Sepanjang bulan Juli menunjukkan peningkatan hingga 4-6 kali lipat dibanding pada bulan Juni,” ujar Bondan dalam Media Briefing Koalisi Ibukota, Selasa (10/8/2021).

Dari data tersebut, lanjut Bondan, terlihat juga bahwa konsentrasi PM 2.5 saat PPKM Darurat masih lebih tinggi dibandingkan saat diberlakukannya PPKM Mikro.

Peran curah hujan

Ia menjelaskan, hal menarik terjadi pada kandungan PM 2,5 di titik Bundaran HI.

Patung Selamat Datang di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018).
Patung Selamat Datang di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat (TribunJakarta.com/Suci Febriastuti)

Berdasarkan data, kandungan PM 2,5 pada Juli 2021 lebih rendah dibandingkan Juli 2019.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved