Breaking News:

Pengikut Habib Rizieq Tewas

Kasus Unlawful Killing Eks Laskar FPI Disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Kejaksaan Agung menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap II perkara dugaan tindak pidana pembunuhan empat anggota eks Laskar FPI

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Bima Putra
Tampak depan Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur - Kejaksaan Agung menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap II perkara dugaan tindak pidana pembunuhan empat anggota eks Laskar FPI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Kejaksaan Agung menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap II perkara dugaan tindak pidana pembunuhan empat anggota eks laskar FPI pada Senin (23/8/2021).

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Leonard Ebenezer Simanjuntak mengatakan pelimpahan dilakukan Bareskrim Polri setelah berkas dinyatakan lengkap atau P-21 pada Jumat (25/6/2021).

"Berkas perkara dan tersangka yang dilimpahkan, masing-masing atas nama tersangka Briptu FR, dan Ipda MYO anggota Resmob Polda Metro Jaya,” kata Leonard dalam keterangannya di Cakung, Jakarta Timur, Senin (23/8/2021).

Setelah pelimpahan, Kejaksaan Agung bakal melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Jakarta yang ditunjuk mengadili perkara yang terjadi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Penunjukan termaktub dalam surat keputusan Mahkamah Agung nomor 152 / KMA / SK / VIII / 2021 tanggal 4 Agustus 2021 tentang penunjukan Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengadili perkara.

Tampak depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (18/3/2021).
Tampak depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (18/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

"Jaksa Penuntut Umum segera melimpahkan Surat Dakwaan dan Berkas Perkara ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk dapat disidangkan dan mendapatkan kepastian hukum," ujarnya.

Eben menuturkan pasal yang disangkakan kepada dua tersangka yakni Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsidair Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: 2 Polisi Tersangka Penembak Anggota Laskar FPI Belum Ditahan, Aziz Yanuar Beri Sindiran: Itu Kenapa?

Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan memiliki ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, sementara ancaman maksimal pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan 7 tahun penjara.

Nantinya, Pengadilan Negeri Jakarta Timur bakal menunjuk Majelis Hakim yang mengadili perkara dugaan tindak pidana atau unlawful killing kedua anggota Resmob Polda Metro Jaya tersebut.

Sebagai informasi, perkara dugaan tindak pidana pembunuhan yang membuat dua anggota Polda Metro Jaya jadi tersangka berawal setelah Bareskrim Polri menerima hasil investigasi Komnas HAM.

Hasil investigasi Komnas HAM terhadap peristiwa terjadi pada 7 Desember 2020 lalu menyimpulkan tewasnya empat dari enam anggota eks laskar FPI yang meninggal merupakan unlawful killing.

Hari ini keluarga laskar FPI akan diperiksa, Senin (14/12/2020) Foto: Rekontruksi kasus penembakan 6 Laskar FPI, polisi diadang hingga memberikan tembakan peringatan di Karawang Barat, Minggu (13/12/2020).
Hari ini keluarga laskar FPI akan diperiksa, Senin (14/12/2020) Foto: Rekontruksi kasus penembakan 6 Laskar FPI, polisi diadang hingga memberikan tembakan peringatan di Karawang Barat, Minggu (13/12/2020). (Wartakotalive.com/Joko Supriyanto)

Alasannya keempat anggota laskar FPI tewas ketika dalam penanganan aparat kepolisian, sehingga merekomendasikan agar penanganan kasus dilanjutkan ke tahap pengadilan pidana.

Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan awalnya ada tiga anggota jadi terlapor, tapi penyelidikan terhadap anggota berinisial EPZ dihentikan karena EPZ meninggal dalam kecelakaan lalu lintas.

"Penyidik telah melaksanakan gelar perkara terhadap peristiwa Kilometer 50 dan kesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan maka status dari terlapor tiga tersebut dinaikkan menjadi tersangka," kata Rusdi, Selasa (6/4/2021).

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved