Breaking News:

Dugaan Korupsi di Damkar Depok

Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok Masih Terus Berjalan, Masalah Kesehatan Sempat Jadi Hambatan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan sepatu PDL dan dana insentif Covid-19.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kasie Intel Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto, saat dijumpai wartawan di Kejari Depok, Cilodong, Kamis (26/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONGKejaksaan Negeri Depok masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan sepatu PDL dan dana insentif Covid-19 di Dinas Damkar Kota Depok.

“Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Depok hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Kasie Intel Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto, di Kejari Depok, Cilodong, Kamis (26/8/2021).

“Memang jaksa penyelidik telah melakukan gelar perkara atau ekspose, namun gelar perkara itu tidak dimaksudkan untuk menentukan sikap atau menentukan tersangka,” timpalnya lagi.

Herlangga mengatakan, gelar perkara tersebut memang rutin dilakukan pihaknya setiap bulan.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menerima masukan dari Jaksa yang lainnya, dan untuk mengetahui apa kendala yang terjadi selama proses penyelidikan.

“Itu memang kewajiban dari jaksa penyelidik setiap bulannya. Memang kita semacam gelar perkara untuk mengetahui apa kendalanya. Nanti jaksa peneliti akan menerima masukan dari teman-teman jaksa yang lain itu tujuannya untuk memudahkan jaksa peneliti,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herlangga mengatakan, kondisi kesehatan dari jaksa dan para orang yang diperiksa terkait kasus dugaan korupsi ini juga sempat menjadi menghambat proses penyelidikan.

“Kemudian pada saat Pak Kadis (Kepala Dinas Damkar Depok, Gandara Budiana)  terkena Covid-19, setelah itu teman-teman dari jaksa penyidik juga menderita sakit sehingga otomatis ada waktu yang terbuang,” ungkapnya.

Faktor lain yang membuat kasus ini masih dalam tahap penyelidikan adalah musabab banyaknya kasus lain yang ditangani oleh jaksa dari bidang Pidana Khusus (Pidsus).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved