Breaking News:

Kenali Vaksin Sputnik-V: BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat, Efek Samping Hingga Efikasi 91%

Vaksin Covid-19 Sputnik-V mendapatkan persetujuan Izin Penggunaan Darurat dari BPOM. Mari kenali vaksin yang memiliki efikasi 91 persen itu.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
NORBERTO DUARTE / AFP
Seorang petugas kesehatan menunjukkan dosis komponen kedua vaksin Sputnik V melawan COVID-19 di Dewan Olahraga Nasional di Asuncion, pada 18 Agustus 2021. Pemerintah Paraguay menerima 20.000 dosis komponen kedua vaksin Sputnik V. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Vaksin Covid-19 Sputnik-V mendapatkan persetujuan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM menerbitkan persetujuan Izin Penggunaan Darurat pada Selasa (24/8/2021).

Mari mengenali Vaksin Covid-19 Sputnik-V yang telah disetujui izin penggunaan darurat dari BPOM.

Pengembangan Vaksin Sputnik-V

Dikutip TribunJakarta.com dari Tribunnews.com, vaksin Covid-19 Sputnik-V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

Vaksin Sputnik-V didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala.

Baca juga: Efek Samping Ringan, BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sputnik-V Asal Rusia

PT Pratapa Nirmala merupakan pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin ini di Indonesia.

"Vaksin Sputnik-V digunakan dengan indikasi pencegahan Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 untuk orang berusia 18 tahun ke atas," tulis keterangan yang diterima Rabu (25/8/2021).

2 Kali Penyuntikan

Seorang perawat menunjukkan botol vaksin Sputnik-V terhadap COVID-19 di Sekretaris Luar Negeri di Tegucigalpa, pada 19 Agustus 2021.
Seorang perawat menunjukkan botol vaksin Sputnik-V terhadap COVID-19 di Sekretaris Luar Negeri di Tegucigalpa, pada 19 Agustus 2021. (Orlando SIERRA / AFP)

Vaksin diberikan secara injeksi Intramuscular (IM) dengan dosis 0,5 mL untuk 2 (dua) kali penyuntikan dalam rentang waktu 3 (tiga) minggu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved