Breaking News:

Kue Tradisional di Pasar Mayestik Sepi Pembeli: Dari Pagi Hingga Petang, Tepung 1,5 Kg Tak Habis

Deretan pedagang jajanan tradisional, terlihat berjejer dengan gerobak di sekitar gedung Pasar Mayestik, Jakarta Selatan.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Deretan pedagang jajanan tradisional, terlihat berjejer dengan gerobak di sekitar gedung Pasar Mayestik, Jakarta Selatan. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Deretan pedagang jajanan tradisional, terlihat berjejer dengan gerobak di sekitar gedung Pasar Mayestik, Jakarta Selatan.

Suasana pasar yang tidak terlalu ramai pada Jumat hari ini, membuat sebagian pedagang hanya duduk sambil menunggu datangnya pembeli.

"Boleh, kue pancongnya," kata seorang pria paruh baya bernama Abdul, yang merupakan pedagang kue pancong di Pasar Mayestik kepada TribunJakarta.com, Jumat (27/8/2021).

Ada banyak kue pancong yang telah matang, terpajang rapih di dalam etalase gerobak milik Abdul.

Diakuinya, dagangannya itu memang masih banyak. Padahal, ia sudah berjualan sejak pagi hari.

Menurut Abdul, suasana pasar Mayestik yang sepi semenjak adanya PPKM menjadi alasan utama mengapa dagangannya kini sepi pembeli.

"Sepi sekali. Dulu sebelum pandemi, sebelum PPKM, ramai lumayan. Sekarang, tepung 1,5 Kilogram saja saya nggak habis," kata Abdul.

Abdul bercerita, sudah mulai berdagang kue pancong di Pasar Mayestik sejak dirinya baru menikah, sekitar tahun 1990an.

Dahulu, kata Abdul Pasar Mayestik belum sebagus sekarang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved