Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Sekolah Tatap Muka di Bekasi Prioritaskan Siswa Jenjang Akhir: Persiapan Menghadapi Ujian

Pemerintah Kota Bekasi dalam waktu dekat bakal membuka kembali pembelajaran tatap muka (PTM), hal ini menyusul menurunnya kasus Covid-19

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Ilustrasi Pemerintah Kota Bekasi dalam waktu dekat bakal membuka kembali pembelajaran tatap muka (PTM), hal ini menyusul menurunnya kasus Covid-19 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi dalam waktu dekat bakal membuka kembali pembelajaran tatap muka (PTM), hal ini menyusul menurunnya kasus Covid-19 di wilayah setempat.

Kota Bekasi dalam perpanjang PPKM Level 3 yang berlaku hingga 30 Agustus 2021 mendatang, seudah melonggarkan sejumlah aktivitas seperti membuka mal dan tempat ibadah untuk kegiatan berjemaah.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan persiapan dalam rangka membuka pembelajaran tatap muka.

"Kita lagi persiapkann mudah-mudahan hari senin kalau kita lihat orang tua siap, puskesmas siap, pak lurah siap dalam rangka mereka memonitor," kata Tri di Jakasetia, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Tangerang Masih Persiapkan Fasilitas Kesehatan Untuk Penyuntikan Pfizer

Bukan hanya itu saja, elemen terpenting kata dia, orangtua harus memberikan izin kepada anaknya jika harus mengikuti pembelajaran tatap muka.

Orangtua juga harus memastikan kesiapan seperti misalnya, antar-jemput siswa, menyiapkan bekal makanan setiap hari dan memastikan protokol kesehatan di mana pun berada.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau sentra vaksinasi di SDN 3 Jakasetia, Bekasi Selatan, Jumat (27/8/2021).
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau sentra vaksinasi di SDN 3 Jakasetia, Bekasi Selatan, Jumat (27/8/2021). (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

"Itu bukan hanya unsur pemerintah tapi paling utama keluarga, lebih tertib standar operasional yang sudah disepakati," jelas dia.

"Misal mereka harus diantar, tidak boleh jajan bawa makan sendiri, pulang dijemput dan paling penting mempertahankan anak-anak kemudian tidak keluar rumah di luar jam sekolah," tegasnya.

Baca juga: 946 Anak di Kota Bekasi Jadi Yatim Piatu Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19 

Untuk tahap awal, pihaknya kemungkinan akan memprioritaskan pembelajaran tatap muka bagi siswa jenjang akhir.

Pasalnya, mereka harus benar-benar mendapatkan bekal yang cukup untuk menghadapi ujian kelulusan dan meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Baca juga: Lolos Asesmen Tahap 1, 33 Sekolah di Jakarta Selatan Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

"Kita lebih menyiapkan anak-anak yang ingin ujian, karena yang kelas atas ini menyiapkan untuk mereka ke jenjang mengejar ujian, bertahaplah," ucapnya.

Dia mencontohkan, untuk jenjang SD misalnya, tiap sekolah nantinya akan membuka pembelajaran tatap muka terlebih dahulu untuk siswa kelas 4,5 dan enam.

Baca juga: Arief Wismansyah Belum Izinkan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Tangerang

"Kelas 1,2,3 mungkin mereka akan relatif sekolah di rumah, demikian SMP lebih optimal kita siapkan kelas tiganya, tapi kalau kelasnya mencukupi baru kelas duanya, kalau masih mencukupi juga baru kelas satunya," tuturnya.
 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved