Guru SDN Rawamangun 12 Antusias Kembali Mengajar Siswa Secara Langsung

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDN 12 Rawamangun, Kurniawati mengatakan para guru di tempatnya antusias menyambut baik PTM

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDN Rawamangun 12, Kurniawati (tengah) saat memberi keterangan terkait PTM di Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (29/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Keputusan pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) tidak hanya disambut baik para murid dan orangtua murid.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDN Rawamangun 12, Kurniawati mengatakan para guru di tempatnya antusias menyambut baik PTM yang dimulai Senin (30/8/2021).

Bukan tanpa sebab, sejak pandemi Covid-19 melanda tahun 2020 lalu kegiatan belajar tatap muka langsung ditiadakan sehingga para guru tidak dapat bertemu langsung dengan muridnya.

"Kalau kita (guru) pasti sangat antusias. Karena dalam belajar online itu kan kadang terkendala sinyal dan kontak langsung," kata Kurniawati di SDN 12 Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (29/8/2021).

SDN Rawamangun 12 termasuk satu dari 610 sekolah di Jakarta yang dinyatakan Dinas Pendidikan DKI lolos asesmen sehingga dapat menyelenggarakan PTM pada PPKM Level 3 ini.

Seluruh persiapan sarana dan prasarana untuk memastikan PTM dengan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dilakukan, termasuk para guru sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

"Karena kan (pembelajaran) SD itu perlu kontak langsung kepada anak. Anak perlu yang benar-benar kita (guru) berada di sampingnya. Jadi anak ingin, orangtua ingin, guru pun ingin (PTM)," ujarnya.

Baca juga: Mulai Senin Besok, 158 Sekolah di Jakarta Selatan Gelar Belajar Tatap Muka Terbatas

Meski menyambut baik PTM, Kurniawati menuturkan pihak sekolah tidak memaksakan orangtua murid yang khawatir anaknya terpapar Covid-19 untuk memberi izin mengikuti PTM.

Pihak SDN Rawamangun 12 memastikan tetap memberikan materi pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi anak yang tidak mendapat izin orangtua mengikuti PTM karena khawatir terpapar Covid-19.

"Kita lakukan koordinasi dengan pihak orangtua melalui zoom, dan kita kirimkan link (angket). Orangtua mengisi link, kemudian kita mendapat data siapa saja anak yang mengikuti PTM," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved