Virus Corona di Indonesia

4 Pertimbangan Kementerian Kesehatan Pelaksanaan Vaksinasi Booster Pada Awal 2022

Kementerian Kesehatan mengungkapkan empat pertimbangan terkait rencana pelaksanaan vaksinasi booster

Editor: Erik Sinaga
ISTIMEWA
Ilustrasi Kementerian Kesehatan mengungkapkan empat pertimbangan terkait rencana pelaksanaan vaksinasi booster 

TRIBUNJAKARTA.COM-  Kementerian Kesehatan mengungkapkan empat pertimbangan terkait rencana pelaksanaan vaksinasi booster pada awal 2022.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini rencana pelaksanaan vaksinasi booster ini masih dilihat kembali.

Pasalnya masih ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum vaksinasi booster ini benar-benar dilaksanakan.

Pertimbangan pertama yakni apakah vaksinasi booster ini benar harus dilakukan setelah 12 bulan dan berlaku bagi semua orang yang telah melakukan suntikan dosis pertama dan kedua.

Baca juga: 200 Warga Ikuti Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Perumahan Trevista Ciputat

Kedua, pelaksanaan vaksinasi booster ini juga harus melihat situasi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Apabila pandemi Covid-19 ini menjadi penyakit yang sifatnya endemik maka penanganannya akan berbeda.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

Pasalnya jika menjadi endemik berarti hanya daerah tertentu saja yang memiliki potensi munculnya Covid-19 ini.

"Kita masih lihat karena pertama, apakah betul 12 bulan harus dilakukan untuk semua orang dan kedua nanti situasi pandemi kita ini seperti apa. Apakah kemudian situasi epidemologinya menjadi penyakit yang sifatnya endemis, ini juga akan berbeda."

"Artinya tidak semua daerah, hanya daerah-daerah tertentu saja yang berpotensi munculnya penyakit ini," kata Siti Nadia dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Percepat Vaksinasi di Kelurahan yang Capaiannya Masih 60 Persen, Pemkot Jakut Bentuk 10 Tim Nakes

Selanjutnya yang menjadi pertimbangan ketiga adalah apakah vaksinasi booster ini akan menggunakan vaksin yang sama atau berbeda.

Serta yang keempat, vaksinasi booster ini harus dilihat kembali, apakah memang semua orang harus mendapatkannya.

Atau memang hanya dikhususkan untuk kelompok rentan dan berisiko saja.

"Ketiga adalah nanti untuk booster ketiga apakan akan tetap menggunakan vaksin yang sama atau menggunakan platform yang berbeda."

"Ini juga yang kita tunggu. Keempat yang harus kita lihat lagi apakah untuk semua orang, bisa saja hanya untuk kelompok rentan atau kelompok-kelompok berisiko," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved