Cerita Kriminal

4 Tahun Beraksi Palsukan KTP Lalu Ajukan Kartu Kredit, Pria Ini Buat Bank Merugi Rp 360 Juta

Jajaran Sub Direktorat (Subdit) Resmob Polda Metro Jaya menangkap seorang pria pelaku penipuan berinisial ICN alias I yang membuat Bank BRI

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Pelaku penipuan berinisial ICN alias I (kanan berbaju tahanan) yang membuat Bank BRI merugi ratusan juta Rupiah saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Jajaran Sub Direktorat (Subdit) Resmob Polda Metro Jaya menangkap seorang pria pelaku penipuan berinisial ICN alias I yang membuat Bank BRI merugi Rp 300 juta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pelaku beraksi dengan modus memalsukan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Korbannya adalah bank nasional atau BRI lah," kata Yusri saat merilis kasus ini di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/8/2021).

Yusri menjelaskan, mulanya pelaku mencari Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP orang lain secara acak melalui sebuah aplikasi.

Dengan NIK tersebut, pelaku kemudian membuat KTP palsu dan mengajukan pembuatan kartu kredit di Bank BRI.

"Jadi dia sistemnya random, mengambil NIK ini random. Misalnya NIK ini adanya di Gorontalo, dia akan berangkat ke Gorontalo untuk mengajukan pembuatan kartu kredit di bank sana. Nanti setelah itu, jadi, diambil uangnya menggunakan kartu kredit yang ada. Kalau dapatnya di Surabaya, dia berangkat ke Surabaya," ungkap Yusri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ICN telah menggunakan 15 NIK untuk memalsukan KTP dan mengajukan pembuatan kartu kredit.

Aksinya telah berjalan selama sekitar 4 tahun sejak 2017 hingga tertangkap pada 23 Agustus 2021 di Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Sejak tahun 2017 sampai sekarang, sudah lebih dari Rp 360 juta dia meraup keuntungan daripada penipuan bank tersebut," ujar Yusri.

Dari penangkapan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti NPWP dan KTP.

Polisi kini telah menetapkan ICN sebagai tersangka.

Ia dijerat Pasal 378 KUHP dan 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Baca juga: Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Rp 73 Miliar, Pengusaha dan Istrinya Disekap di Kamar Hotel 3 Hari

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved