Cerita Kriminal

Amarah Suami Memuncak Saat Permintaan Rujuk Ditolak, Wajah Istri Terluka & Tubuhnya Terpental

Seorang istri terluka di wajah akibat dianiaya suami di Jujuhan, Kabupaten Bungo. Sang istri tolak ajakan rujuk suami.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
Grafis TribunBali.com/Prima
Ilustrasi KDRT. Seorang istri terluka di wajah akibat dianiaya suami di Jujuhan, Kabupaten Bungo. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang istri terluka di wajah akibat dianiaya suami di Jujuhan, Kabupaten Bungo.

Wanita berinisial SC (19) itu ditikam pisau di bagian wajahnya oleh suaminya sendiri berinisial RD (22) pada Jumat (27/8/2021).

Selain itu, RD juga menendang SC hingga terpental.

Keduanya masih berstatus suami istri meski mereka sudah pisah ranjang.

Kronologi

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu berawal saat pelaku mendatangi rumah korban pada Jumat kemarin.

Pelaku bertujuan untuk meminta KTP yang disimpan korban.

Baca juga: Kesal Istrinya Masih Nongkrong Padahal Sudah Dini Hari, Suami Emosi Sampai Lakukan KDRT

Saat bertemu, sang suami menyampaikan permohonan maaf dan meminta rujuk.

Pelaku tak mau ada keributan lagi pada rumah tangganya.

Namun, korban menolak permintaan pelaku yang membuatnya emosi.

Pelaku pun menganiaya korban hingga terluka.

Ilustrasi KDRT
Ilustrasi KDRT (SHUTTERSTOCK/JIRIS via Kompas)

Kapolsek Jujuhan AKP Wibisono mengatakan pelaku mendatangi rumah korban pada pukul 07.00 WIB.

Sesampainya di dalam kamar, suami langsung meminta rujuk kepada korban.

"Pelaku yang emosi terhadap korban, dan bertengkar saat pelaku ditolak mantan istrinya untuk rujuk kembali. Pelaku ambil pisau, langsung mengarahkan pisau muka korban, dan menendang korban. Sehingga korban terluka dibagian wajahnya," kata AKP Wibisono.

Baca juga: Pengakuan Nadia Christina Alami KDRT, Diterima Sejak Honeymoon dengan Alfath Fathier: Ada Saksinya

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved