Breaking News:

Ada Kursi hingga Kasur, Penampakan Tumpukan Sampah Penuhi Aliran Kali Busa Tambun Utara Bekasi

Tumpukan sampah memenuhi aliran Kali Busa, Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Tumpukan sampah di Kali Busa, Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (2/9/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN UTARA - Tumpukan sampah memenuhi aliran Kali Busa, Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Pantauan TribunJakarta.com, tumpukan sampah didominasi limbah domestik seperti plastik, kayu-kayu, styrofoam, bahkan peralatan rumah tangga bekas seperti kursi dan kasur.

Sampah diperkirakan menumpuk sempang kurang lebih 200 meter, sejauh mata memandang, Kali Busa tak ubahnya tong sampah raksasa di tengah persawahan.

Seorang warga bernama Lukman mengatakan, sampah-sampah itu diperkirakan sudah lama menumpuk meski ia tidak tahu persis mulai kapan terjadi.

"Saya kurang tahu persis sejak kapan (sampah menumpuk), tapi pas saya pindah ke sini tahun 2018 sampah-sampah itu udah ada," kata Lukman.

Lukman tinggal di Perumahan Griya Tambun, berjarak sekira 500 meter dari tumpukan sampah yang berada dekat persawahan.

Baca juga: Waduk Surilang Pasar Rebo Mengalami Pendangkalan Akibat Sedimentasi Lumpur dan Sampah

Aliran Kali Busa memang sudah tercemar, warna air cenderung hitam dan tidak jarang menimbulkan bau tidak sedap.

"Kali ini emang sudah tercemar, bukan hanya sampah airnya juga bau, warnanya hitam. Kayanya sudah banyak tercampur limbah ditambah ada sampah," jelas dia.

Adapun untuk tumpukan sampah, dia menduga berasal dari kiriman warga yang tinggal di hulu sungai.

Tumpukan sampah di Kali Busa, Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (2/9/2021).
Tumpukan sampah di Kali Busa, Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (2/9/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

"Kiriman kebawa arus, ini menumpuk karena tersumbat ada jembatan. Lama-lama dia banyak sampai sepanjang itu (tumpukan sampahnya)," terang Lukman. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved