Breaking News:

Anak Buah Anies Prediksi Jakarta Utara Tenggelam pada 2050, Pemprov DKI Cari Solusi: Harus Berbuat

Sejumlah wilayah di Jakarta Utara diprediksi tenggelam pada 2050. Kawasan Muara Baru diprediksi tenggelam sedalam 4,6 meter pada 2050

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Ilustrasi banjir rob mulai tampak di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara - Sejumlah wilayah di Jakarta Utara diprediksi tenggelam pada 2050. Kawasan Muara Baru diprediksi tenggelam sedalam 4,6 meter pada 2050 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sejumlah wilayah di Jakarta Utara diprediksi tenggelam pada 2050 mendatang.

Prediksi ini diungkapkan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faisal dalam diskusi virtual.

Dalam diskusi yang disiarkan kanal youtube Dinas SDA DKI itu, Yusmada bilang, kawasan Muara Baru diprediksi tenggelam sedalam 4,6 meter pada 2050 mendatang.

"Kalau kota tidak lakukan sesuatu bisa jadi Muara Baru di 2050 minus 4,6 meter di bawah air laut," ucapnya, Kamis (2/9/2021).

Untuk saat ini saja, ketinggian Muara Baru sudah berada satu meter di bawah permukaan laut.

Yusmada Faizal saat jadi Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta di Balai Kota, Selasa (6/3/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik Yusmada Faizal sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Alam (SDA).
Yusmada Faizal saat jadi Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta di Balai Kota, Selasa (6/3/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik Yusmada Faizal sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Alam (SDA). (KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

Selain Muara Baru, beberapa wilayah lain di kawasan Jakarta Utara juga terancam tenggelam imbas penurunan tanah yang terus terjadi.

Pada 2050 mendatang, wilayah Kamal Muara diprediksi berada 3 meter di bawah permukaan laut, Pluit minus 4,35 meter, dan Gunung Sahari minus 2,9 meter.

Baca juga: Mau Berangkat Melaut, Kapal Ikan Terbakar di Dermaga Timur Pelabuhan Muara Baru

Kemudian, Tanjungan minus 2,1 meter, Ancol minus 1,7 meter, Marunda minus 1,3 meter, dan Cilincing minus 1 meter.

Untuk mencegah hal itu terjadi, berbagai upaya bakal dilakukan Pemprov DKI untuk mencegah semakin menurunkan tinggi muka tanah.

"Kami berusaha melakukan penataan tanah timbul di sepanjang pesisir, penataan mangrove, dan pembangunan deselerasi air sebagai substitusi air tanah," ujarnya.

Selain itu, Dinas SDA juga kini tengah berupaya membangun tanggul air guna meminimalisir banjir rob di kawasan utara Jakarta.

Banjir rob di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (16/11/2020).
Banjir rob di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (16/11/2020). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Sistem peringatan dini pun terus dikembangkan Dinas SDA bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Jangan sampai tenggelam, kita harus berbuat. Walaupun kondisi Jakarta akan di bawah muka laut, tapi tetap Jakarta tidak akan tenggelam sampai kapanpun," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved