Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Belajar di Sekolah di Kota Bekasi: Orangtua atau Wali Murid Wajib Antar-jemput Siswa

(PTM) terbatas sejak Selasa (1/9/2021) untuk jenjang SMP sederajat, terdapat aturan ketat yang wajib dijalankan orangtua atau wali murid diantarnya

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Siswa SMP Negeri 2 Kota Bekasi mengikuti PTM Terbatas, Rabu (1/9/2021).  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi telah memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sejak Selasa (1/9/2021) untuk jenjang SMP sederajat, terdapat aturan ketat yang wajib dijalankan orangtua atau wali murid diantarnya antar-jemput siswa.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Inayatullah mengatakan, dalam surat edaran (SE) Wali Kota Bekasi tentang PTM terbatas, disebutkan kewajiban orangtua atau wali murid antar-jemput siswa selama agar pengawasan anak tetap terjaga.

"Yang harus dipatuhi oleh murid, orangtua/wali murid dan manajemen sekolah adalah anak didik wajib diantar-jemput oleh orangtua/wali murid atau pihak yang bertanggung jawab," kata pria yang akrab disapa Inay, Kamis (2/9/2021).

Tujuannya lanjuta dia, agar siswa tidak keluyuran di luar jam sekolah. Serta, terpantau penerapan protokol kesehatan.

"Anak didik tidak berkumpul-kumpul di satu tempat melainkan kembali ke rumah masing-masing. Pengawasan ini, juga akan melibatkan personel Satpol PP hingga TNI dan Polri," terangnya.

Sementara itu, orangtua siswa SMP Negeri 2 Kota Bekasi Astria mengaku, senang dengan kegiatan PTM yang telah dibuka kembali.

Dia tidak merasa keberatan dengan kewajiban antar-jemput siswa, sebab, kebijakan itu memang perlu agar tidak ada siswa yang keluyuran di luar jam sekolah.

Baca juga: 139 Sekolah di Kota Bekasi Memulai PTM Terbatas, Orangtua Siswa: PJJ Tidak Membuat Anak Pintar

"Iya karena memang tidak boleh dijemput orang luar misal kaya ojek. Jadi ya harus yang masih saudara dekat atau orangtuanya sendiri," kata Astria.

Dia menambahkan, PTM terbatas memang perlu dilakukan. Asalkan, seluruh protokol kesehatan wajib dijalankan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved