Breaking News:

Korupsi Lahan SMKN 7 Tangsel

KPK Untuk Pertama Kali Usut Korupsi Lahan SMKN 7 Tangsel, 2 Mobil Disita

tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di beberapa tempat di wilayah DKI Jakarta; Tangerang Selatan dan Serang, Banten; serta Bogor, Jawa Barat

Penulis: Abdul Qodir | Editor: Yogi Jakarta
Tribunnews.com/Tia Aprillia
Ilustrasi mobil disita KPK - Mobil mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar disita KPK terkait kasus korupsi dan pencucian uang. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pertama kali menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2017.

"Saat ini, KPK memulai penyidikan baru dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2017," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (2/9/2021).

Pihak KPK yang kini diketuai Firli Bahuri belum dapat menginformasikan secara menyeluruh konstruksi kasus ini, termasuk pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Ali, penyampaian informasi dan pengumuman secara lengkap, akan dilakukan pada saat upaya paksa penangkapan dan/atau penahanan dilakukan. 

"KPK nantinya akan selalu menyampaikan kepada publik setiap perkembangan penanganan perkara ini dan kami berharap publik untuk juga turut mengawasinya," tuturnya.

Baca juga: Kasus Korupsi Lahan Rumah DP 0 Persen Jadi Sorotan, LSAK: Harus Diungkap Seterang-terangnya

Namun, Ali menjelaskan dalam penyidikan kasus ini, tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di beberapa tempat di wilayah DKI Jakarta; Tangerang Selatan dan Serang, Banten; serta Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (31/8/2021).

Objek yang digeledah yakni rumah kediaman dan kantor dari para pihak yang terkait dengan perkara ini. 

Dari proses penggeledahan tersebut, tim menemukan dan mengamankan berbagai barang yang nantinya akan dijadikan sebagai barang bukti, di antaranya dokumen, barang elektronik, dan dua unit mobil.  

Baca juga: Gugatan Pegawai KPK Ditolak Seluruhnya oleh Mahkamah Konstitusi

"Selama proses penggeledahan tersebut, telah ditemukan dan diamankan berbagai barang yang nantinya akan dijadikan sebagai barang bukti diantaranya dokumen, barang elektronik dan dua unit mobil," terangnya.

Barang-barang yang diamankan KPK itu sekarang sedang dianalisa lebih lanjut, sebelum mendapat izin sita dari Dewan Pengawas KPK.

Baca juga: Alasan KPK Belum Mampu Menangkap Mantan Caleg PDIP Harun Masiku

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved