Breaking News:

Pakar Hukum Dorong Polri Telisik Motif AKBP GS Buka SP3

jika sebuah objek yang disidik itu tidak termasuk perbuatan pidana, maka proses penyidikan tidak bisa dibuka kembali.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/ Glery Lazuardi
Ahli Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof Mudzakir di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (21/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM - Pakar Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Profesor Mudzakir mendorong Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri menelisik motif AKBP GS yang diduga membuka kembali penyidikan perkara yang sudah dihentikan atau SP3.

AKBP GS adalah perwira kepolisian yang pernah bertugas di Polda Metro Jaya.

Dalam ilmu hukum pidana, kata Mudzakir, jika sebuah objek yang disidik itu tidak termasuk perbuatan pidana, maka proses penyidikan tidak bisa dibuka kembali.

Sebab, menurutnya, perkara itu sudah disimpulkan bukan perbuatan pidana, atau dikenal dengan SP3 permanen.

"Pertanyaan berikutnya adalah apakah SP3 ini bisa dibuka kembali? Prinsipnya tidak bisa dibuka kembali, kecuali ada satu hal yang disebut sebagai alat bukti baru yang dikenal sebagai novum," kata Mudzakir kepada wartawan, Kamis (2/9/2021).

"Yang dimaksud dengan novum bukan sekedar alat bukti baru, melainkan novum yang mampu membuka unsur-unsur tindak pidana menjadi terpenuhi," tambahnya.

Mudzakir menilai upaya membuka kembali perkara yang sudah SP3 adalah suatu kekeliruan.

AKBP GS yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan tersangka terhadap seseorang berinisial RL terkait dugaan perkara memasuki pekarangan orang lain sebagaimana dimaksud Pasal 167 KUHP.

"Jadi saya melihat ini masalah perilaku. Bidang komisi disiplin polri harus menyelidiki alasan dan motiifasi serta relevansi antara penyidik dengan pihak berperkara. Saya melihat ada suatu misteri yang belum terungkap," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved