Breaking News:

Staf Kelurahan Bobol Data Pedulilindungi

Bobol PeduliLindungi, Siasat Licik Pegawai Kelurahan Jual Sertifikat Vaksin Palsu Rp 500 Ribu

Aksi pembobolan data melalui aplikasi PeduliLindungi dibongkar Polda Metro Jaya. Pelakunya pegawai kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
Kompas.com/Reza Wahyudi
Ilustrasi. Aksi pembobolan data melalui aplikasi PeduliLindungi dibongkar Polda Metro Jaya. Pelakunya pegawai kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Aksi pembobolan data melalui aplikasi PeduliLindungi dibongkar Polda Metro Jaya.

Satu diantara pelaku merupakan pegawai Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara yang telah diringkus jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Kedua pelaku yaitu berinisial HH (30) dan FH (23).

Siasat licik kedua pelaku menjual sertifikat vaksin palsu mencapai Rp 500 ribu memanfaatkan permintaan masyarakat.

1. Manfaatkan Masyarakat Butuh Sertifikat

Polisi meringkus kedua pelaku membuat sertifikat vaksin palsu berinisial HH (30) dan FH (23).

Baca juga: Bukan Cuma Surat Vaksin Jokowi yang Bocor di Aplikasi PeduliLindungi, Banyak NIK Pejabat Tersebar

Pelaku HH bekerja sebagai pegawai Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

"Ini adalah kasus ilegal akses pencurian data pada aplikasi PeduliLindungi," imbuh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Jumat (3/9/2021).

Para pelaku, kata Fadil, memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 karena banyak masyarakat yang membutuhkan sertifikat vaksin saat bepergian ke tempat tertentu.

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembobolan data di aplikasi Peduli Lindungi, Jumat (3/9/2021).
Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembobolan data di aplikasi Peduli Lindungi, Jumat (3/9/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

"Pelaku yang ditangkap ini memanfaatkan situasi masyarakat yang ingin mendapatkan sertifikat vaksin untuk melakukan perjalanan maupun kunjungan ke tempat yang mewajibkan menggunakan PeduliLindungi yang dipersyaratkan pemerintah," ujar dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved