Breaking News:

Warga Bidara Cina Keluhkan Proyek Sodetan Kali Ciliwung

Warga RW 05 Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur mengeluhkan pemindahan penetapan lokasi

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Bima Putra
Permukiman warga RW 04 Kelurahan Bidara Cina yang awalnya ditetapkan jadi lokasi proyek sodetan Kali Ciliwung di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (2/9/2021). 

Selain BBWSCC, sosialisasi yang dilakukan di satu Musala permukiman warga RW 05 dihadiri pihak PT WIKA selaku pelaksana proyek dan PT Asuransi Jiwasraya sebagai pemilik lahan di RT 06.

"Waktu pertemuan dengan warga mereka bilang akan ada ganti rugi kalau rumah warga rusak saat pengerjaan. Kata mereka nanti akan difoto kondisi rumah warga sebelum pengerjaan dan sesudah pengerjaan," tuturnya.

Hingga kini, pengurus RW 05 hanya mengetahui informasi pemindahan Penlok berdasar pemberitahuan lisan dari pihak BBWSCC yang pada awal Agustus 2021 datang memasang patok tanah.

Pasalnya setelah kunjungan​ Luhut ke lokasi pada Rabu (4/8/2021) tak ada surat pemberitahuan resmi ke pengurus RW 05 terkait proyek sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) itu.

"Idealnya kan walaupun itu proyek pemerintah tapi tetap ada pemberitahuan resmi ke pengurus RT/RW. Sedangkan sampai sekarang satu surat resmi pemberitahuan pun enggak ada," lanjut Urip.

Urip menuturkan ketiadaan pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat kepada pengurus RW ini sempat membuat warganya bersitegang dengan petugas BBWSCC pemasang patok tanah.

Bukan karena warga menolak pengerjaan proyek sodetan Kali Ciliwung yang bakal mengalirkan debit air ke KBT, Kecamatan Duren Sawit, tapi mereka mempertanyakan alasan pemindahan Penlok.

"Alasan kenapa Penlok dipindah dari RW 04 ke RW 05 pun kita enggak tahu pasti. Memang waktu itu dibilang sama BBWSCC kalau Penlok dipindah karena ada masalah kontur tanah di RW 05. Tapi menurut saya itu enggak resmi," sambung dia.

Berdasar informasi sementara diterima pengurus RW 05 bidang tanah terdampak proyek berada di lahan milik PT Asuransi Jiwsraya, terdiri dari satu rumah warga, satu Musala, dan dua rumah dinas.

Baca juga: Ketua RW Tahu Pemindahan Lokasi Proyek Sodetan Kali Ciliwung Dua Hari Sebelum Luhut Datang

Informasi tersebut bersifat sementara karena antara tidak ada komunikasi antara warga dengan pemerintah pusat, sementara Pemprov DKI yang berperan sebagai mediator juga tidak mengetahui.

"Bukan warga menolak, tapi kan kita harus tahu bagaimana nanti teknis pengerjaannya. Bagaimana nanti kalau ada rumah warga rusak terdampak alat berat. Jadi sampai sekarang saya bingung kalau ditanya pengerjaannya," kata Urip.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved