Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Ini Kondisi Penanganan Covid-9 di Tangsel, Benyamin Harap Bisa Terapkan PPKM Level 2

Pandemi Covid-19 kini mulai mereda di Tangerang Selatan jika dibandingkan dengan puncak penularan pada Juli 2021 lalu.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie tinjau PTM di SMPN 8 Tangsel, Jalan Raya Serpong, Muncul, Setu. Tangsel, Senin (6/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Pandemi Covid-19 kini mulai mereda di Tangerang Selatan (Tangsel), setidaknya jika dibandingkan dengan puncak penularan pada Juli 2021 lalu.

Sejumlah indikator penanganan Covid-19 di wilayah penyangga Ibu Kota itu mulai menunjukkan angka menggembirakan.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyebutkan bahwa keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Covid-19 hanya terisi 21%.

Pada Juli 2021 lalu, BOR hampir selalu penuh, terutama untuk tempat tidur ICU.

Baca juga: Tinjau Belajar di SMPN 8 Tangsel, Wali Kota Temukan 150 Siswa Belum Divaksin Covid-19

"Data yang masuk sampai kemarin, tadi pagi masuk datanya, kemarin angka kesembuhan sudah 96%. Kemudian bor 21%, baik isolasi maupun ICU. Kemudian angka kematian 2,4 %," papar Benyamin di SMPN 8 Tangsel, Muncul, Setu, Senin (6/9/2021).

Hanya saja, angka positivity rate atau tingkat penularan Covid-19 di Tangsel masih tinggi.

Penyebabnya tidak lain adalah karena kurangnya upaya tes, masih di bawah angka 3.200 orang per hari.

"Yang masih tingginya itu positivy rate masih 6,3%. Ini sebabnya testing kita masih belum mencapai angka yang ideal 3.200an sekian."

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka untuk Siswa SMP di Tangsel Dimulai 6 September 2021

"Kemarin itu pengadaan testingnya melalui APBD, sementara kita baru refocusing kemarin itu," papar kata Benyamin.

Dengan turunya berbagai indikator penanganan Covid-19 di Tangsel, Benyamin berharap, pemerintah pusat bisa menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi level 2.

"Iya ada kemungkinan turun, ada kemungkinan turun karena jumlah yang terkonfirmasi positif kita terus turun," ujar Benyamin.

Baca juga: Pengadaan Lahan Diduga Dikorupsi, SMKN 7 Tangsel Terisolir: Akses Masuk Hanya Jalan Setapak

Seperti diketahui, Tangsel sudah dua pekan menerapkan PPKM level 3.

Hari ini merupakan hari terakhir perpanjangan PPKM level 3 yang berlaku sejak 31 Agustus 2021 lalu

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved