Breaking News:

Semua Vaksin Efektif dan Aman, Menko Airlangga: Masyarakat Jangan Khawatir

Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah memastikan berbagai jenis vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia aman dan efektif untuk masyarakat

Freepik.com
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah memastikan berbagai jenis vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia aman dan efektif untuk masyarakat.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk segera ikut vaksinasi Covid-19 tanpa perlu memilih-milih merek vaksin.

"Semua merek vaksin berkhasiat untuk melindungi masyarakat, oleh karenanya tidak perlu memilih-milih dan vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia pada saat ini," ujar Menko Airlangga dalam keterangan pers menyambut kedatangan lima juta dosis vaksin Sinovac, Senin (6/9/2021) secara daring.

Menko Airlangga meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan efektivitas vaksin. Sebab pemerintah akan selalu mengawasi proses vaksinasi di Indonesia untuk memastikan semua vaksin Covid-19 yang tersedia aman dan mampu melindungi masyarakat dari virus corona.

"Pemerintah memastikan keamanan atau safety, mutu atau quality, dan khasiat atau efikasi untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh dan vaksin yang telah disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM, rekomendasi dari ITAGI dan WHO serta para ahli,” tegas Menko Airlangga.

Lebih lanjut, kata Menko Airlangga, kedatangan 5 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac dalam bentuk jadi tersebut merupakan bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan stok untuk mencukupi kebutuhan vaksin di Indonesia.

“Penambahan yang baru datang pada siang hari ini sejumlah lima juta dosis produksi Sinovac ini memastikan bahwa stok vaksin sudah aman,” tegasnya.

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko menyebut beragamnya pilihan jenis vaksin membuat masyarakat pilih-pilih dalam menerima vaksin, terutama kelompok masyarakat berpendidikan tinggi. Namun ia menyebut vaksinasi dapat mencegah tingkat keparahan jika terinfeksi.

Baca juga: Airlangga Sapa Pasien dan Nakes di Isoter Terapung Jayapura

"Dalam prinsipnya semua vaksin memiliki efektivitas untuk menurunkan potensi terinfeksi dan mencegah tingkat keparahan yang dialami. Jadi sebaiknya masyarakat tidak pilih-pilih karena semua sudah dapat rekomendasi dari BPOM," ujarnya.

Miko menambahkan, untuk mencapai herd immunity di akhir tahun 2021 diperlukan partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam program vaksinasi. Pasalnya, game changer pandemi ini bukan pada vaksinnya tetapi pada masyarakat yang diingin divaksinasi.

"Dosis vaksin di Indonesia sudah ada 225 juta artinya harus ada 113 juta orang yang tervaksinasi. Kalau masyarakat menunda-nunda untuk mendapatkan vaksin tertentu, ini akan membahayakan diri sendiri dan bisa mengakibatkan herd immunity tidak tercapai pada 2021 ini. Jadi pemerintah pusat, daerah, semua stakeholders termasuk masyarakat harus bekerjasama menciptakan herd immunity, yang sudah menerima vaksin tetap menerapkan prokes," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved