Info Beasiswa
Cara Daftar Beasiswa Kuliah S1 hingga S3 di Rusia, Perhatikan Sederet Hal Ini!
Pendaftaran beasiswa kuliah S1 hingga S3 bagi mahasiswa Indonesia untuk tahun ajaran 2022/2023 telah dibuka Pemerintah Rusia.
TRIBUNJAKARTA.COM - Pendaftaran beasiswa kuliah S1 hingga S3 bagi mahasiswa Indonesia untuk tahun ajaran 2022/2023 telah dibuka Pemerintah Rusia.
Pendaftaran beasiswa dibuka dari 1 September -1 November 2021.
Setiap tahun, pemerintah Rusia biasa membuka pendaftaran program kuliah berbeasiswa untuk para mahasiswa asing.
Jumlah kuota yang diberikan untuk pelajar Indonesia selama beberapa tahun terakhir sebanyak 161 orang.
Periode pendaftaran beasiswa pemerintah Rusia biasanya dibuka tiap Desember atau Januari, tetapi kali ini dimulai lebih cepat.
Baca juga: Cara Pendaftaran Beasiswa Lazismu untuk Siswa SD, SMP dan SMA, Buruan Cek Syarat Lengkapnya
Dikutip dari laman Russia Beyond, bagi kamu yang berminat bisa mendaftarkan diri melalui situs "Education in Russia".
Cara pertama yang harus dilakukan membuat akun dan melengkapi biodata serta mengisi formulir yang ada di laman ini.
Untuk memilih program studi, calon mahasiswa bisa melihatnya di kolom Direction of training.
Di bagian University List, masukkan enam universitas dan urutkan sesuai dengan skala prioritas.
Baca juga: Cara Daftar Beasiswa Integrity untuk Mahasiswa Hukum, Sederet Fasilitas Keren Menantimu
Kemudian, pilih bahasa yang dikuasai dan tingkat kemahirannya pada bagian Language Proficiency.
Pastikan pula memberikan centang pada opsi Need to study at the prepatory departement (faculty).
Semua jenjang pendidikan untuk mahasiswa asing akan didahului program bahasa Rusia di fakultas persiapan (podgotovitelby fakultet atau podfak) selama setahun.
Selain itu, isi prestasi pada kolom Olympiad atau Sport achievments. Jika memiliki prestasi dalam bidang seni, ilmiah, atau lainnya, tuliskan pada kolom Additional information on achievements in various fields.
Tak hanya itu, apabila kamu hanya bersedia melanjutkan pendidikan di Rusia dengan beasiswa, pastikan tidak mencentang opsi "If I do not pass a competitive selection for a state scholarship, I may consider proposals of getting an education with paying fee".
Baca juga: Segera Daftar Beasiswa Tanoto Foundation untuk Mahasiswa S1, Cek Fasilitas Kerennya
Apabila memilih opsi ini maka tetap dianggap bersedia mendaftar ke salah satu universitas dengan pendanaan mandiri ketika dinyatakan tidak lolos seleksi beasiswa.
Cara Jitu Dapat Beasiswa
Untuk mendapatkan beasiswa tentunya tak mudah. Ada persiapan dan hal-hal positif bagi calon pemburu beasiswa.
Berikut 7 hal positif yang dimiliki peraih beasiswa yang perlu kamu contek seperti dikutip dari Rencanamu.id.
1. Tidak menyerah keadaan sulit
Keberuntungan tak selalu berpihak kepada para peraih beasiswa.
Banyak dari peraih beasiswa tak berasal dari kelas ekonomi menengah ke bawah.
Ada juga peraih beasiswa yang berasal dari kalangan mampu secara finansial tetapi tinggal di kota kecil, tak masuk sekolah unggulan, dan lingkungan sekitar yang tak mendukung untuk masuk perguruan tinggi.
Meski begitu, mereka tak menyerah dengan keadaan. Mereka berani melawan arus dan stereotipe demi hal positif. Kesulitan yang mereka hadapi menempa untuk terus berusaha.
Jika kamu tak menemukan kesulitan atau tantangan hidup, maka kamu kurang pengalaman. Kesulitan yang kamu hadapi tak melulu akses dan fasilitas. Carilah tantangan dan jangan cepat menyerah.
2. They are not perfect
Tak semua peraih beasiswa adalah Straight A Student atau langganan juara Olimpiade Sains.
Walaupun prestasi akademik merupakan hal penting, tetapi jangan sampai kamu tak percaya diri lalu mengurungkan niat mendaftar beasiswa lantaran tak memiliki prestasi akademik cemerlang.
Bisa saja penilaian beasiswa diutamakan dari potensi diri, kepribadian, dan hal lainnya. Carilah informasi seputar beasiswa yang cocok untuk kebutuhanmu.
3. Gagal dan mencoba lagi
Banyak peraih beasiswa yang melakukan tes berkali-kali. Mereka bisa jadi ditolak masuk kampus idaman, gagal berhasil mendapatkan beasiswa, belum memenuh syarat, dan sederet penolakan lain.
Apa yang mereka lakukan? Mereka belajar dari kegagalan, memperbaiki diri, bangkit, dan mencoba lagi. Mereka tak larut dalam kekecewaan dan kesedihan tetapi tak membuat gentar.
4. Tak masalah diremehkan
Tak sedikit peraih beasiswa yang awalnya dipandang sebelah mata.
Mereka tak masalah diremehkan bahkan gengsi saat harus bekerja membantu orangtua, berjualan pulsa, pelayan toko, dan lainnya untuk mendapatkan tambahan uang.
Mereka juga tak segan mencari dan mengurus surat rekomendasi beasiswa.
Mungkin ada beberapa orang yang langsung malu saat mendengarkan komentar orang yang merendahkan.
Bagi para penerima beasiswa, apa yang dikatakan atau dilakukan orang lain padanya tak berpengaruh bagi dirinya.
5. Punya mimpi besar
Hampir semua peraih beasiswa memiliki mimpi yang ingin dicapai. Namun, mereka tak sekadar bermimpi, melainkan menjadikan mimpi sebagai tujuan yang ingin dicapai.
Sebagian dari peraih beasiswa mungkin saja tak punya fasilitas dan materi yang mendukung, tetapi mereka punya tujuan jelas. Tujuan tersebut membuat mereka semakin semangat mengejar mimpi.
6. Bekerja keras
Peraih beasiswa umumnya punya sikap bekerja keras. Beberapa bentuk bekerja keras seperti menempuh jarak yang jauh ke sekolah atau tempat les dari rumah menggunakan kendaraan umum, bekerja sampingan untuk mendapatkan tambahan uang, mengorbankan waktu untuk belajar, dan sebagainya.
7. Mereka mencari beasiswa
Ada hal yang perlu ketahui yaitu beasiswa tak turun dari langit. Sangat kecil kemungkinan para beasiswa mendapatkan tawaran secara langsung tanpa mendaftar.
(tribunjakarta/ k hasjanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kuliah-mahasiswa-beasiswaa3332.jpg)