Breaking News:

Dari Tahanan, Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Masih Jalin Komunikasi dengan Korban

Anak anggota DPRD Kota Bekasi terdakwa kasus persetubuhan anak di bawah umur masih berkomunikasi dengan korban PU (16).

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sidang perkara persetubuhan anak di bawah umur dengan terdakwa Amri Tanjung alias AT di ruang sidang utama, Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Selasa (7/9/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM. BEKASI SELATAN - Amri Tanjung alias AT (21), anak anggota DPRD Kota Bekasi terdakwa kasus persetubuhan anak di bawah umur masih berkomunikasi dengan korban PU (16).

Hal ini disampaikan Kuasa Hukum AT, Bambang Sunaryo, usai menjalani sidang ketiga di Pengadilan Negeri Bekasi, Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Selasa (7/9/2021).

"Alhamdulillah Kondisi AT dalam kondisi baik-baik saja dan AT Kondisi sehat. Alhamdulillah AT bisa menjalani ini dengan baik. Tapi ada catatan baik, bahwa AT dengan PU sampai saat ini masih melakukan komunikasi," kata Bambang.

Bambang mengatakan, baik AT dan PU masih melakukan komunikasi melalui pesan singkat di media sosial Facebook.

AT kata dia, kerap meminjam ponsel tiap kali ada keluarga yang besuk di tahanan Polres Metro Bekasi Kota dan menyempatkan mengirim pesan ke PU.

"Messenger Facebook. Jadi masih ada komunikasi antara AT dengan PU," jelasnya.

Bahkan, Bambang sempat menunjukkan bukti tangkapan layar percakapan PU dengan AT melalui pesan singkat yang menunjukkan tanda-tanda rasa saling sayang antara keduanya.

"Malah statemen terakhir mereka 'sayang', ada panggilan 'yang' itu masih ada," jelas dia.

Adapun sidang terdakwa AT masih berjalan, sejauh ini tahapannya sudah melalui sidang ketiga dengan agenda mendengar keterangan saksi-saksi.

"Sidang berjalan lancar, kedua saksi yang di hadirkan pada hari ini yakni saudara Johan dan Edi obyektif," ucapnya.

"Kinerja hakim dan jaksa saya apresiasi, terima kasih cukup fair dalam sidang yang dijalan untuk mengungkapkan perkara yang sebenernya," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum korban Tekda Bagarri mengatakan, pihaknya sejauh ini masih memantau proses sidang yang masih berjalan.

"Kita sampai saat ini melihat proses sidang yang masih berjalan, biarkan hakim dan jaksa bekerja dalam menangani perkara ini," tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved