Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Jumlah Vaksinasi Covid-19 Masih Sangat Rendah, 9 Wilayah Ini Disorot Presiden Jokowi

Sejumlah daerah di Indonesia mendapatkan sorotan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran capaian vaksin Covid-19 masih sangat rendah.

Editor: Wahyu Septiana
Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden
Sejumlah daerah di Indonesia mendapatkan sorotan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran capaian vaksin Covid-19 masih sangat rendah. 

Sasaran vaksinasi untuk masyarakat rentan dan umum sebanyak 141.211.181 orang, hingga saat ini, sebanyak 19.796.633 orang yang sudah divaksinasi dosis pertama dan 10.322.763 orang yang disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Terakhir, sasaran vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun sebanyak 26.705.490 orang.

Saat ini, sebanyak 2.784.461 orang disuntik tahap pertama dan 1.921.809 orang yang mendapatkan dosis kedua.

Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali.

Baca juga: Gebyar Vaksin di Pademangan Digelar Besok, 1.000 Peserta akan Dihadiahi Paket Beras 5 Kg

Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu. 

Pemerintah perpanjang PPKM

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level di beberapa daerah Jawa dan Bali  diperpanjang mulai 7 -13 September 2021.

Meski demikian, jumlah daerah yang menerapkan PPKM Level 4 kembali berkurang.

"Diperpanjang, saat ini DIY telah berhasil turun ke level 3," ujar Menko Maves Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers yang disiarkan channel Youtube Sekretariat Presiden, Senin (6/9).

Namun demikian, Luhut menjelaskan, Bali masih membutuhkan waktu sepekan ke depan untuk turun level.

Tak hanya itu, terdapat beberapa penyesuaian untuk penerapan PPKM kali ini. 

Sejumlah warga tampak asyik berolahraga di sekitar kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat saat PPKM Level 4, Minggu (8/8/2021).
Sejumlah warga tampak asyik berolahraga di sekitar kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat saat PPKM Level 4, Minggu (8/8/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

"Ada beberapa penyesuaian aktivitas masyarakat yang bisa dilakukan dalam periode (PPKM) 7-13 September ini," terang Luhut. 

Pertama, penyesuaian waktu makan di tempat atau dine in di mal berubah menjadi 60 menit, dengan kapasitas 50 persen.

Baca juga: Mal Dibuka Sampai Pukul 9 Malam saat PPKM Level 3 Jawa-Bali, Cek Syarat Masuknya

Luhut menyatakan, aturan ini akan diuji coba di 20 tempat wisata di daerah PPKM level 3.

Meski demikian, di tempat-tempat makan tersebut, pengelola harus tetap ketat menerapkan protokol kesehatan serta menggunakan platform PeduliLindungi.

Luhut memaparkan, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan meski level PPKM di daerahnya menurun.

"Dalam sepekan terakhir, seperti yang diberitakan media-media massa, ada pelanggaran protokol kesehatan. Pemerintah mengambil langkah persuasif agar hal itu tak lagi terjadi," kata Luhut.

Kedua, pemerintah akan melakukan uji coba pembukaan 20 tempat wisata di kota dengan kategori level 3 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan implementasi platform Peduli Lindungi.

Baca juga: Tempat Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Graha Wisata Ragunan Kini Kosong

Lalu, kabupaten/kota dengan level 2 juga akan diwajibkan untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi pada tempat-tempat wisata yang sudah diperbolehkan buka.

"Kami akan melakukan ujicoba protokol kesehatan dan PeduliLindungi untuk mal dan pusat perbelanjaan di Bali dengan batasan-batasan tertentu," tegas Luhut.

Luhut menyatakan, beberapa wilayah di Jawa dan Bali terus mengalami perbaikan yang cukup berarti.

"Ini ditandai dengan semakin sedikitnya kota/kabupaten di level 4. Dimana per 5 September 2021 hanya 11 kota/kabupaten di Jawa-Bali yang ada pada level 4, dari sebelumnya 25 kabupaten/kota," ujar Luhut.

Peningkatan siginfikan ini disebutnya terjadi pada kawasan yang menerapkan PPKM level 2, dimana jumlahnya meningkat dari 27 menjadi 43 kabupaten/kota di wilayah aglomerasi.

"Juga wilayah DI Yogyakarta berhasil turun ke level 3. Sementara Bali kami perkirakan butuh waktu 1 Minggu lagi untuk turun ke levle 3 dari level 4 akibat perawatan vaksin di rumah sakit yang masih tinggi," aku Luhut.

Pemerintah telah melakukan perpanjangan PPKM sebanyak tujuh kali, termasuk pembatasan yang akan berakhir pada hari ini.

Dengan demikian, sudah delapan kali PPKM untuk menekan penyebaran virus corona dilanjutkan.

Awalnya, pemerintah menerapkan PPKM Darurat pada 3-20 Juli di Jawa Bali, dan 12-20 Juli di luar Jawa-Bali.

Baca juga: Cek Daftar Hotel dan RS di Jakarta Layani Isolasi Mandiri Covid-19, Ini Nomor Teleponnya

Kemudian kebijakan ini diperpanjang sampai 25 Juli dengan istilah baru yakni PPKM level 4.

PPKM dengan skema level itu terus diperpanjang dari 2 sampai 26 Agustus, 10 sampai 16 Agustus, 16 sampai 23 Agustus dan 24 sampai 30 Agustus. Lalu, pada 31 Agustus sampai hari ini.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Soroti 9 Wilayah Ini Karena Jumlah Vaksinasi Covid-19 yang Masih Rendah

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved