Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Positivity Rate DKI Jakarta Dibawah 5 Persen, Mas Anies Ingatkan Disiplin Kesehatan Jangan Kendor

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingatkan masyarakat untuk tetap tingkatkan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat diwawancarai awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (8/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingatkan masyarakat untuk tetap tingkatkan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

Bersama sejumlah jajaran seperti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta membahas pengendalian kasus Covid-19 di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, kata Anies, membahas menjaga situasi dan kondisi saat ini di mana positivity rate di DKI Jakarta sudah dibawah 5 persen.

Kendati begitu, ia mengingatkan agar masyarakat tak lengah dan tetap disiplin protokol kesehatan.

"Pertemuan tadi untuk membahas bagaimana kita bisa menjaga situasi ini agar terus berjalan lebih baik ke depan. Artinya kondisi landai saat ini harus dijadikan sebagai usaha peningkatan kedisiplinan. Pesan utamanya PPKM kita memang turun level, lebih rendah. Tetapi kedisiplinan kita tidak boleh turun level, PPKM nya turun levelnya kedisiplinannya harus tetap tinggi," katanya di Balai Kota, Rabu (8/9/2021).

Dengan kedisiplinan yang tinggi, tentunya masyarakat tak lagi memaknai situasi landai ini untuk melonggarkan protokol kesehatan.

Selain itu, guna mendukung herd immunity, vaksinasi untuk warga Jakarta terus digaungkan demi meminimalisir penyebaran kasus Covid-19.

Baca juga: Mas Anies Tak Mau Kompromi Terhadap Holywings Kemang, Gubernur: Nggak Boleh Beroperasi Titik

"Walaupun terkendali kedisiplinan itu tetap jadi jangan berarti positivity rate dibawah 5% lepas masker, masker harus dipakai terus selama masih ada kasus. Saat ini masih ada 4000-an kasus aktif ya, kan itu artinya masih ada kan itu yang harus dicegah," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved