Breaking News:

Wamentan Dorong Pengoperasian Kembali Pabrik Pupuk PIM Satu

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian, sangat mendukung pengoperasian kembali Pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) #1

Istimewa
Wamentan Harvick Hasnul Qalbi dalam rangkaian "Roadshow Indonesia Centris"-nya ke Pabrik PIM #1 Lhokseumawe, Aceh 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian, sangat mendukung pengoperasian kembali Pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) #1, yang sempat terhenti produksinya sejak 2012, akibat mandeknya stok bahan baku Gas Alam Cair dari Kilang Gas Alam Arun, Lhokseumawe.

"Seperti Kita tahu bahwa PIM #1 sempat terhenti cukup lama. Dan atas intruksi khusus Presiden, saya diminta meninjau langsung kondisi perbaikan Pabrik PIM #1 ini. Agar bisa spin up dan berproduksi kembali, guna memenuhi kebutuhan pupuk petani di Provinsi Aceh, dalam mengejar target swasembada pangan," ujar Wamentan RI Harvick Hasnul Qalbi dalam keterangannya, Rabu (8/9/2021).

Harapan ini disampaikan Harvick dalam rangkaian "Roadshow Indonesia Centris"-nya ke Pabrik PIM #1 Lhokseumawe, Aceh. Kedatangan Wamentan disambut Dirut PT. PIM Budi Syarif, dan Wadirut PT. Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto.

Baca juga: Hadiri Panen Padi di Sambas, Wamentan: Presiden Punya Semangat Indonesia Sentris

Menanggapi harapan Wamentan, Dirut PT PIM Budi Syarif menjelaskan, sekarang ini yang masih beroperasi adalah Pabrik PIM #2. Yang sudah mulai mendapat pasokan bahan baku gas alam cair meski belum besar, dari kilang gas alam PT. Medco Lhokseumawe.

"Sekarang ini kami terus berupaya untuk menjaga kebutuhan stok minimal produksi pupuk urea. Termasuk stok pupuk bersubsidi yang dibutuhkan petani lokal," ujar Budi Syarif.

Menurutnya, untuk bisa beroperasi kembali secara normal, Pabrik PIM #1 dan #2 membutuhkan pasokan Gas Alam Cair sebesar 50 MMBTU per hari. "Sejak 2009 Kilang Gas Alam Medco sudah mensuplai 20 MMBTU. Dan mulai 2021 ini, suplainya sudah mencapai kebutuhan maksimal 50 MMBTU," jelas Budi Syarif.

Sehingga, belakangan ini yang tengah dikerjakannya adalah penyelesaian perbaikan perangkat pabrik yang sudah rusak akibat terlalu lama tak digunakan. Yang diharapkan akhir tahun ini bisa diselesaikan sesuai target. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved