Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pencairan BST Tahap 7-8 Belum Jelas, Ketua Komisi A Curiga Pemprov DKI Tak Punya Duit

BST tahap 7-8 bulan Juli-Agustus belum jelas. Ketua Komisi A DPRD DKI Mujiyono menduga, kepastian tak kunjung diberikan lantaran cekak kas daerah

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi warga terima BST - BST tahap 7-8 bulan Juli-Agustus belum jelas. Ketua Komisi A DPRD DKI Mujiyono menduga, kepastian tak kunjung diberikan lantaran cekak kas daerah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pencairan bantuan sosial tunai (BST) tahap 7-8 bulan Juli-Agustus masih tanda tanya besar.

Pemprov DKI Jakarta pun belum memberi kepastian soal pendistribusian bansos tunai kepada warga terdampak Covid-19 itu.

Ketua Komisi A DPRD DKI Mujiyono menduga, kepastian tak kunjung diberikan lantaran cekaknya kas daerah.

Mujiyono bilang, kondisi keuangan DKI Jakarta kini sedang tidak baik-baik saja.

"Setahu saya posisi cash flow-nya masih belum bagus," ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/9/2021).

Daftar Bansos yang Bakal Disalurkan PPKM Darurat, Simak Rinciannya
Daftar Bansos yang Bakal Disalurkan PPKM Darurat, Simak Rinciannya (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Politisi Demokrat ini menyebut, kondisi ini terjadi lantaran dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang selama ini digunakan untuk menyalurkan bansos tunai sudah mulai menipis.

Sedangkan, Dana Bagi Hasil (DBH) dan dana perimbangan tidak bisa dicairkan cepat.

Baca juga: 5 Penyebab Gagal Lolos Seleksi Kartu Prakerja, Pastikan NIK Tidak Terdaftar Sebagai Penerima Bansos

"BTT enggak cukup dan DBH baru cair Oktober," ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Mujiyono menyebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus kembali melakukan refocusing anggaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved