Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Sulap Lahan Kosong Jadi Produktif, Segini Cuan Hasil Budidaya Ikan Hias di Kebagusan Jakarta Selatan

Kelompok tani Pertanian dan Perikanan 19 Kelurahan Kebagusan Jakarta Selatan, menyulap sebuah lahan kosong

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Kelompok tani Pertanian dan Perikanan 19 Kelurahan Kebagusan Jakarta Selatan, menyulap sebuah lahan kosong di wilayahnya menjadi tempat budidaya ikan hias.   

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kelompok Tani Pertanian dan Perikanan 19 Kelurahan Kebagusan Jakarta Selatan, menyulap sebuah lahan kosong di wilayahnya menjadi tempat budidaya ikan hias.

Berawal dari pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif, budidaya yang mulai ditekuni sekitar 6 bulan terakhir ini ternyata membawa keuntungan dengan omzet sekitar Rp 5 juta perbulan.

Menurut Ketua Kelompok Tani Pertanian dan Perikanan 19 Kebagusan Muhammad Jupri, ada ribuan anakan ikan hias berhasil ditetaskan di sini setiap bulannya untuk kemudian bisa dijual di pasaran.

"Kalau ikan hias di sini ada ikan jenis Mas Koki, ikan Koi, ikan Mickey Mouse (Platy), ikan Trivera, sama ikan Guppy. Ini semua untuk dijual iya. Kelompok tani yang mengelola, dan diternak dari anakan. Ada yang langsung kita jual, ada juga yang jadi biangan atau kita besarkan untuk netesin sendiri," kata Jupri.

Ada sejumlah kolam ikan di lokasi budidaya ikan hias, RW 8 Kelurahan Kebagusan ini.

Dimana, budidaya tersebut terdiri dari beberapa jenis ikan.

Setiap bulannya, ikan-ikan tersebut berhasil menetaskan ribuan anakan untuk dijual.

Baca juga: Mengubah Lahan Terbengkalai di Kebagusan Menjadi Produktif dan Bernilai Jual Tinggi

Misalnya saja ikan mas koki. Salah satu jenis ikan hias yang banyak digemari orang ini, kata Jupri bisa menghasilkan setidaknya 1.000 hingga 1.500 ekor anakan setiap kali bertelur dengan angka mortalitas atau angka kematian sekitar 20%.

"Namanya binatang, presentase yang hidup itu biasanya kisaran 80%. Awalnya, kita hanya punya 3 pasang ikan mas koki. Alhamdulillah jadi ribuan, yang terjual juga sudah ribuan," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved