Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

Tim DVI Kesulitan Identifikasi 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Jenazah tidak bisa dikenali secara fisik akibat terdampak kebakaran dan mempersulit DVI

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Komandan DVI Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (2/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kondisi jenazah ke41 narapidana Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten korban kebakaran pada Rabu (8/9/2021) turut mempersulit proses identifikasi dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI).

Jenazah tidak bisa dikenali secara fisik akibat terdampak kebakaran yang terjadi sekira pukul 01.50 WIB dan baru berhasil dipadamkan pukul 03.30 WIB oleh jajaran Damkar Tangerang.

Komandan Operasi DVI Kebakaran Lapas Tangerang, Kombes Hery Wijatmoko mengatakan proses identifikasi kian sulit karena properti atau barang pribadi yang dikenakan korban ludes terbakar.

"Kalau kebakaran, kemungkinan (identifikasi sekunder) lewat properti akan lebih sulit. Seperti baju yang dikenakan terbakar akan lebih sulit," kata Hery di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Jadi Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Napi Asal Serang Ini Jasadnya Ditolak Keluarga Mantan Istri

Sementara barang pribadi seperti pakaian yang terakhir dikenakan korban harusnya dapat membantu proses identifikasi karena dapat dikonfirmasi langsung ke pihak keluarga oleh tim dokter.

Pun barang pribadi termasuk data pembanding sekunder, tapi dalam sejumlah kasus kecelakaan yang membuat korban tak bisa dikenali secara fisik hal ini dapat membantu identifikasi.

Jenazah korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang saat dibawa ke Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati untuk keperluan identifikasi, Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021)
Jenazah korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang saat dibawa ke Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati untuk keperluan identifikasi, Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021) (TribunJakarta/Bima Putra)

Kebakaran yang belum diketahui penyebabnya itu juga membuat identifikasi sekunder lewat ciri khusus seperti tato, bekas luka, atau tanda lahir sulit dilakukan karena jasad terdampak kobaran api.

"Ada identifier (penanda) premier dan sekunder. Premier adalah, satu gigi, dua dna, tiga sidik jari. Sekunder itu medis dan properti. Semuanya dilakukan komprehensif kita laksanakan," ujarnya.

Perihal apakah jenazah bisa diidentifikasi lewat sidik jari yang merupakan parameter paling cepat dalam identifikasi primer, Hery menuturkan pihaknya belum bisa memastikan.

Baca juga: Puluhan Warga Binaan Lapas Kelas 1 Tangerang Tewas, Komnas HAM Minta Evaluasi Menyeluruh

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved