Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

Tubuh Nyoman Bergetar Usai Nonton TV Beritakan Kebakaran di Lapas: Semalaman Tak Bisa Tidur Saya

Nyoman Sami berusaha tegar saat menerima kabar mengejutkan bahwa anak sulungnya harus pergi selama-lamanya akibat peristiwa kebakaran maut.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Nyoman saat dijumpai wartawan di kediamannya kawasan Meruyung, Limo, Kota Depok, Kamis (9/9/2021). Ia gemetar dan tak kuat pegang ponsel saat tahu putra sulungnya, I Wayan Tirta masuk dalam daftar 44 narapidana meninggal dalam kebakaran Lapas Tangerang pada Rabu (8/9/2021) dini hari WIB. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, LIMONyoman Sami berusaha tegar menerima kabar duka, anak sulungnya meninggal dalam kebakaran maut Lapas Kelas I Tangerang.

Anak Nyoman, I Wayan Tirta, satu dari 44 korban meninggal dunia kebakaran Lapas Kelas I Tangerang pada Rabu (8/9/2021) dini hari WIB.

Tirta menghuni Blok C2 dan sempat mendekam di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.

Almarhum mendekam di balik penjara sejak tahun 2017 silam, atas kasus penghilangan nyawa orang lain yang tak lain kekasihnya, Sri Wulandari.

Nyoman mengaku baru mengetahui peristiwa kebakaran ini pada Rabu siang sekira pukul 12.00 WIB, saat menyaksikan pemberitaan di televisi.

Baca juga: Cerita Kru Ambulans PMI Tangerang Bantu Napi Luka Kebakaran: Rasa Was-was Hilang Demi Kemanusiaan

“Siang jam 12.00 WIB dari televisi, Lapas Kelas I Tangerang kebakaran Blok C2," ujar Nyoman di kediamannya kawasan Meruyung, Limo, Kota Depok, Kamis (9/9/2021).

"Lalu saya tanya ke Lapas, dikasih tau atas nama I Wayan Tirta bin nyoman sudah enggak ada (meninggal dunia),” imbuh dia. 

Nyoman saat dijumpai wartawan di kediamannya kawasan Meruyung, Limo, Kota Depok, Kamis (9/9/2021).
Nyoman saat dijumpai wartawan di kediamannya kawasan Meruyung, Limo, Kota Depok, Kamis (9/9/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Mendengar kabar anaknya meninggal dunia terbakar, Nyoman tak mampu berkata-kata dan menundukkan kepalanya.

“Saya gemetar, megang handphone saja enggak kuat. Almarhum anak paling tua," terang Nyoman.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved