Breaking News:

Kematian Ibu dan Anak Masih Misteri, Keluarga Korban Mendadak Histeris saat Doa Bersama: Demi Allah!

Kematian Tuti dan anaknya, Amalia Mustika Ratu di Subang, Jawa Barat, hingga kini masih menjadi misteri.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
YouTube Heri Susanto
Kakak Amalia, Yuris menangis histeris di acara doa bersama, pada Kamis (9/9/2021). 

Kapolres Subang, AKBP Sumarni rupanya turun langsung dalam penyelidikan kasus pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang.

Suami Tuti, Yosef diperiksa langsung oleh Sumarni dengan dihujani beberapa pertanyaan.

Hal itu diungkapkan Kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat yang mengatakan kliennya dicecar 20 pertanyaan dalam pemeriksaan yang digelar kemarin, Senin (6/9/2021).

TONTON JUGA

Ini merupakan kali ketujuh Yosef dipanggil penyidik Polres Subang untuk menjalani pemeriksaan.

Yosef diperiksa selama 10 jam, mulai dari pukul 15.30 WIB hingga pukul 00.30 WIB.

Ada pun pertanyaan yang dilontarkan yakni seputar keberadaan Yosef saat kejadian pembunuhan Istri dan anaknyapada 18 Agustus 2021 silam.

"Barusan yang memimpin BAP-nya langsung sama Ibu Kapolres Subang bersama satu orang penyidik," ujar Rohman Hidayat seperti dikutip dari Tribun Jabar.

Pertanyaan yang didapat Yosef sudah ditanyakan pada pemeriksaan sebelumnya.

Baca juga: Jalani Tes Psikologi, Yosef dan Istri Muda Sudah 6 Kali Bolak-balik Diperiksa Kasus Jasad Ibu-Anak

"Yang jelas kita itu hanya mengulang dari awal pertanyaan dari beberapa hari sebelum kejadian sampai bahkan sampai setelah kejadian pun ditanya apa yang dilakukan klien kami," kata Rohman Hidayat.

Rohman kembali menegaskan kalau Yosef berada di rumah istri mudanya, MM saat hari kejadian pembunuhan.

Ketika kembali dari rumah istri muda, Yosef mengaku kaget melihat rumahnya berantakan.

Namun, saat itu Yosef tak melihat mayat istri dan anaknya, Tuti dan Amalia yang terbujur kaku di bagasi mobil.

Pasalnya, Yosef langsung melapor ke polisi.

Rohman juga menegaskan pihaknya akan tetap kooperatif jika penyidik Polres Subang masih membutuhkan keterangan dari Yosef.

Kuasa Hukum Yosef, Rohman Hidayat, saat ditanya wartawan di Satreskrim Polres Subang, Selasa (7/9/2021).
Kuasa Hukum Yosef, Rohman Hidayat, saat ditanya wartawan di Satreskrim Polres Subang, Selasa (7/9/2021). (Tribun Jabar)

Bahkan kuasa hukum menyebut Yosef tidak akan menyembunyikan fakta apapun dari polisi terkuat terbunuhnya istri dan anaknya.

"Kami sepakat juga supaya para penyidik juga yakin bahwa dari pihak Pak Yosef sendiri tidak ada hal-hal yang disembunyikan, tetap apa adanya seperti yang diceritakan dari awal," ujar Rohman Hidayat.

Yosef tak hanya kali ini saja diperiksa AKBP Sumarni.

Saat awal penemuan jasad Tuti dan Amalia Mustika Ratu pun, AKBP Sumarni sempat menginterogasi Yosef.

AKBP Sumarni mencecar keberadaan Yosef di malam kejadian pembunuhan.

Yosef dan M Merasa Disudutkan

Yosef dan istri mudanya berinisial M terkena tudingan liar perkara temuan jasad ibu dan anak di Kabupaten Subang.

Roman Hidayat berharap polisi segera mengungkap pelaku kasus tersebut.

Pasalnya, Yosef dan keluarga besarnya terkena dampak negatif selama polisi belum mengungkap pelaku.

Baca juga: Selain Yosef & Yuris, Muncul Sosok Baru Kerap Bertamu sebelum Tuti dan Amalia Tewas

"Kami masih menunggu kabar baiknya, supaya tidak ada fitnah sana sini. Supaya bisa berhenti ya apalagi tudingan-tudingan liar terutama terhadap klien saya, semoga bisa cepat diumumkan kepada masyarakat," kata Rohman Hidayat dikutip TribunJakarta.com dari TribunJabar.id di Subang, Kamis (2/9/2021).

Adanya banyak dugaan tak berdasar, kata Rohman, membuat kedua kliennya mengalami depresi.

"Saya sampaikan bahwa pemberitaan mengenai pembunuhan di Jalan Cagak ini sangat luar biasa, mungkin orang yang tidak tahu menahu terus banyak obrolan mungkin seperti tetangga atau masyarakat umum lainnya yang suka menyudutkan kedua klien saya," ucapnya.

Suasana terkini lokasi meninggalnya ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (30/8/2021). Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengungkap kasus tersebut.
Suasana terkini lokasi meninggalnya ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (30/8/2021). Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengungkap kasus tersebut. (Tribun Jabar/Dwiki MV)

Kuasa hukum meyakini Yosef dan istri mudanya tidak terlibat dalam kasus penemuan jasad ibu dan anak di bagasi mobil tersebut.

"Saya yakin klien saya tidak adanya keterlibatan dalam kasus ini," kata dia.

Polisi Butuh Kehati-hatian

Polisi menyebutkan tidak terdapat kendala dalam proses penyelidikan penemuan jasad ibu dan anak.

Namun, pihak kepolisian masih membutuhkan kehati-hatian terhadap kasus tersebut.

"Untuk sementara kendala ini tidak ada. Kita membutuhkan kehati-hatian karena ini menyangkut masalah hilangnya nyawa orang," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago, saat dihubungi, Kamis (2/9/2021).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago memberikan keterangan mengenai seorang Kapolsek di Polrestabes Bandung dan belasan anggota polisi positif narkoba.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago memberikan keterangan mengenai seorang Kapolsek di Polrestabes Bandung dan belasan anggota polisi positif narkoba. (tribunjabar/mega nugraha)

Erdi mengungkapkan penyidik masih mempelajari modus pelaku serta dikaitkan dengan bukti dan petunjuk yang didapat.

"Nah, rangkaian ini harus dianalisis semuanya supaya kita bisa menentukan siapa nanti pelaku-pelaku yang patut dicurigai terjadinya kasus pembunuhannya," katanya.

Menurut Erdi, hingga saat ini total sudah ada 23 saksi yang dimintai keterangan.

Baca juga: Misteri Kematian di Subang: Suami, Istri Muda dan Keluarga Korban Datang Bersama ke Lokasi Kejadian

Beberapa saksi kunci bahkan dihadirkan lagi dalam rekonstruksi kedua yang dilakukan beberapa hari lalu.

"Orang-orang yang mengetahui kejadian tersebut (dihadirkan dalam rekonstruksi). Saksi-saksi sampai sekarang masih berjumlah 23 orang," ucapnya.

Dalam rekonstruksi kedua itu, kata Erdi, Polisi ingin memastikan apakah ada perubahan keterangan yang diberikan para saksi atau tidak.

"Ya, untuk rekonstruksi kedua untuk memastikan kembali apa yang sudah diberikan keterangan itu ada perubahan atau tidak karena itu menyangkut masalah pembuktian, petunjuk, dan alibi waktu yang didapat dari keterangan mereka-mereka yang sudah diperiksa, makanya dilakukan rekonstruksi kedua," katanya.

Selain merekonstruksi ulang, penyidik melakukan analisis digital terhadap telepon genggam dan provider korban dan keluarga.

Mimin (kiri), istri muda Yosef (kanan). Mimin kena mental dan berkali-kali menangis hingga mengurung diri di rumah karena merasa dipojokkan dalam kasus kematian istri tua dan anak gadis Yosef, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu. Tak hanya Mimin, Yosef pun merasa jadi tertuduh di kasus ini.
Mimin (kiri), istri muda Yosef (kanan). Mimin kena mental dan berkali-kali menangis hingga mengurung diri di rumah karena merasa dipojokkan dalam kasus kematian istri tua dan anak gadis Yosef, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu. Tak hanya Mimin, Yosef pun merasa jadi tertuduh di kasus ini. (Kolase Tribun Jabar)

"Itu masalah hilang atau tidaknya (HP korban) saya belum monitor."

"Tapi hasil-hasil tersebut menjadi konsumsi penyidik."

"Kami tidak bisa menyampaikan kepada umum hasil-hasilnya, tapi penyidik masih mendalami, menganalisis hasil-hasil yang didapat," ucapnya.

Erdi tidak memerinci telepon genggam milik siapa saja yang dianalisis penyidik untuk mengungkap pelaku.

"Ya, semuanya sedang dianalisis dari HP yang diminta oleh penyidik ada beberapa orang," katanya.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Jadi Korban Fitnah, Keluarga Perampasan Nyawa Amalia di Subang Harap Polisi Segera Ungkap Pelaku, dan Titik Terang Kasus Amalia Subang, Sudah Curigai Mr X, Kuasa Hukum: Kerja Keras Polisi Siang Malam, dan Kasus Kematian Ibu dan Anak di Subang, Polisi Masih Berhati-hati Ungkap Pelaku

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved