Sindikat Industri Tembakau Sintetis Tangsel Terbongkar, Jaringaan Nasional Bergerak Online

Tim khusus Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel), membongkar sindikat produsen tembakakau sintetis jaringan nasional

Jaisy Rahman Tohir / TribunJakarta
Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan, memegang barang bukti narkotika di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Jumat (10/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Tim khusus Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel), membongkar sindikat produsen tembakau sintetis jaringan nasional.

Kapolres Tangsel, AKBP Imanudin, mengungkapkan, sindikat yang bergerak secara online terbongkar dari diringkusnya GR dan MN di Jalan Raya Ciatar, Serpong, Tangsel, pada Senin (16/8/2021).

Keduanya ketahuan memiliki tujuh paket narkotika jenis tembakau sintetis.

"Berawal dari dua orang yang diamankan oleh Satresnarkoba, selanjutnya dikembangkan dan berhasil mengamankan sembilan orang yang diduga melakukan pengedaran penyalahgunaan narkotik jenis tembakau sintetis beserta bahan bakunya," jelas Iman di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Jumat (10/9/2021).

Dari penangkapan GR dan MN, terungkaplah adanya pabrik industri rumahan tembakau sintetis dan juga cairan magic, di Apartemen Roseville, Serpong, Tangsel.

Cairan magic merupakan bahan pembuat tembakau sintetis yang cara penggunaannya dengan disemprotkan ke tembakau.

Pabrik tembakau sintetis dan cairan magic itu berkedok tempat tingal dan bergerak menjual barangnya secar online melalui media sosial. 

Aparat menangkap AS dari Roseville sebagai punggawa utamanya, pada Sabtu (21/8/2021).

Baca juga: Nyaris Pingsan, Tangis Ana Menuju Lapas Tangerang Hingga Temukan Sang Adik Terluka Bakar 98%

Baca juga: Renovasi Lapas Kelas 1 Tangerang Dikebut, Narapidana Narkoba yang Selamat Diungsikan ke Blok Lain

Dari AS, aparat menangkap AN yang merupakan penjual produk hasil pabrik Apartemen Roseville, sekaligus mengelola pabrik rumahan tembakau sintetis lainnya yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Penjual produk AN hasil pabrik Gunung Sindur, berinisial FL dan AG juga ikut diringkus.

Keterangan AS, aparat menangkap VC, PR dan RH, penjual serbuk kuning atau bibit dari tembakau sintetis yang menjajakan barangnya secara online melalui Instagram, dan juga memiliki pabrik tembakau sintetis skala rumahan di Gowa, Sulawesi Selatan.

Ketiganya diringkus di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (28/9/2021).

Dari tangan para tersangka diamankan berbagai alat serta serbuk kuning dan cairan magic, yang merupakan bahan baku tembakau sintetis.

Pun sejumlah paket tembakau sintetis yang sudah siap edar juga diamankan. 

"Untuk peredarannya mereka secara online melalui medsos," kata Iman.

"Terhadap kesembilan orang yang berhasil diamankan dikenakan pasal 112 kemudian pasal 114, 129, dan 132 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Yang ancaman pidananya minimal enam tahun kemudian 20, seumur hidup dan maksimal ancaman hukuman mati," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved