Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

Cari Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi Periksa Kalapas

Penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya melayangkan panggilan terhadap 28 saksi kasus kebakaran Blok C2, Lapas Kelas 1 Tangerang

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya melayangkan panggilan terhadap 28 saksi kasus kebakaran Blok C2, Lapas Kelas 1 Tangerang, Provinsi Banten pada Rabu (8/9/2021).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan pemeriksaan bagian dari penyidikan mencari tersangka dalam kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Para saksi yakni 14 orang pegawai Lapas Kelas 1 Tangerang yang bertugas pada hari kejadian terbakarnya Blok C2 sekira pukul 01.50 WIB, tujuh warga binaan pemasyarakatan (WBP).

"Tiga anggota Damkar (Kota Tangerang). Kemudian tiga orang saksi dari PLN dan pemeriksaan saksi kepada Kalapas Kelas 1 Tangerang," kata Ahmad di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021).

Pemeriksaan saksi ini guna memastikan unsur tindak pidana pemicu kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang sebagaimana tiga pasal yang dipersangkakan penyidik saat melakukan gelar perkara.

Yakni sangkaan unsur tindak pidana kesengajaan dalam kebakaran sebagaimana Pasal 187  KUHP dan Pasal 188 KUHP, dan unsur kelalaian atau kealpaan dalam Pasal 359 KUHP.

Baca juga: Dua Korban Meninggal saat Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Usia Masih di Bawah 30 Tahun

"Nantinya tentu akan ada tersangka. Tapi saat ini belum menyimpulkan (siapa dan pasal yang ditetapkan), kasus tersebut bisa merupakan kelalaian akibat kebakaran tersebut," ujarnya.

Ahmad menuturkan penyidik sudah melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi Banten terkait dimulainya proses penyidikan.

Penyidik Ditkrimum sudah menjadwakkan pemeriksaan 28 saksi termasuk Kalapas Kelas 1 Tangerang Victor Teguh Prihartono di Mapolda Metro Jaya dilakukan pada Senin (13/9/2021).

"Jadi rencana setelah dilakukan panggilan tersebut, pemeriksaan akan dilakukan, pemeriksaan sebagai saksi akan dilaksanakan pada Senin (13/9/2021) di Polda Metro Jaya," tuturnya.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021).
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Sebagai informasi, isi Pasal 187 1 KUHP yakni: barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun penjara.

Sementara, isi Pasal 187 ayat 2 KUHP yakni: dipidana penjara paling lama 15 tahun jika karena perbuatan tersebut menimbulkan bahaya bagi nyawa orang lain.

Pasal 187 ayat 3 dipidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun jika karena perbuatan tersebut menimbulkan bahaya bagi nyawa dan mengakibatkan orang mati.

Sedangkan isi pasal 359 KUHP: barang siapa karena kesalahan (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana kurungan paling lama satu tahun.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved