Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

Dua Korban Meninggal saat Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Usia Masih di Bawah 30 Tahun

Jumlah narapidana tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten yang berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) bertambah.

Penulis: Bima Putra | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Jumlah narapidana korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten yang berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) bertambah pada Sabtu (11/9/2021).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan jenazah teridentifikasi dari pencocokan data antemortem dengan postmortem yakni Mad Idris (29) dan Ferdian Perdana (28).

Mad Idris tercatat warga Jalan Bambu Apus RT 06/RW02 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, sementara Ferdian warga RT 2/RW 03 Kelurahan Pamulang Timur, Pamulang Kota, Tangerang Selatan.

"Sehingga sampai hari ini jumlah total yang sudah teridentifikasi oleh Tim DVI per hari Sabtu tanggal 11 September 2021 sejumlah 7 orang. Di mana rilis pertama 1, kemarin 4 dan hari ini 2," kata Ahmad di RS Polri Kramat Jati, Sabtu (11/9/2021).

Baca juga: 3 Jasad Ditemukan Anak Bos Tertimbun Plastik Berisi Pakaian, Salah Satunya Masih Balita

Konsultan Operasi DVI Kebakaran Lapas Tangerang, Kombes Pramujoko menuturkan kedua jenazah teridentifikasi berdasar pencocokan data pembanding sampel DNA dan rekam medis.

Pihaknya menargetkan jumlah korban yang teridentifikasi berdasar hasil pencocokan data DNA antemortem dengan postmortem ini kembali bertambah seiring waktu.

"Besok bisa ada hasil DNA lebih banyak, Harapan kami Tim DVI bisa mengiden lebih banyak lagi Harapan kami jumlahnya bisa lebih banyak lagi," ujar Pramujoko.

TONTON JUGA:

Dari total 41 korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu (8/9/2021) yang jenazahnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati, sudah 39 pihak keluarga menyerahkan data DNA antemortem.

Baca juga: Sebuah Mobil Hangus Terbakar di Jalan Yos Sudarso, Diduga Akibat Kosleting AC

Beda dengan sidik jari, identifikasi lewat pencocokan data DNA antemortem dengan postmortem ini makan waktu lebih lama karena dilakukan lewat serangkaian uji laboratorium di Pusdokkes Polri.

"Sampai dengan hari ini semua Korban yang dari Indo sudah menyerahkan data Antemortem Dan keluarganya sudah diambil sampel DNA, tinggal Dua yaitu yang WNA ada dua," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved