Breaking News:

Tujuh WN India yang Kabur dari Karantina di Bandara Soekarno-Hatta Jalani Sidang APS

Pengadilan Negeri Tangerang menggelar sidang APS kepada 14 terdakwa kasus joki kekarantinaan kesehataan

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Ilustrasi Pengadilan Negeri Tangerang menggelar sidang APS kepada 14 terdakwa kasus joki kekarantinaan kesehataan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pengadilan Negeri Tangerang menggelar sidang APS kepada 14 terdakwa kasus joki kekarantinaan kesehataan di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (10/9/2021) malam.

Dalam kasus tersebut, melibatkan tujuh warga negara asing (WNA) asal India dan tujuh warga negara Indonesia (WNI).

Metode APS sendiri adalah persidangan dilakukan dalam satu hari mulai dari pemeriksaan terdakwa sampai putusan hakim.

Baca juga: Kabur Saat Jalani Karantina, 7 WNA India di Bandara Soekarno-Hatta Tak Ditahan Kejari Kota Tangerang

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang yang dipimpin Roedy dengan hakim anggota Bestman dan Edy Toto mengabulkan permintaan kuasa hukum para terdakwa untuk pledoi secara tertulis.

Alhasil, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Oktaviandi Samsurizal dan Reza Vahlefi menyetujui penundaan persidangan yang akan digelar kembali pada Senin (13/9/2021).

Kepala Seksie Pidana Umum (Kasie Pidum) Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Dapot Dariarma mengatakan, persidangan perdana terkait perkara Kekarantinaan, dengan Pasal 93 Jo Pasal 9 ayat (1) UU No 6 Tatun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Baca juga: Berkas Mafia Penyelundupan WNA India Tanpa Karantina di Bandara Soekarno-Hatta Diserahkan ke Kejari

Pada sidang perdana ini, pembacaan dakwaan, pemeriksaan terdakwa sampai tuntutan.

"Jaksa menuntut maksimal satu tahun penjara dan denda Rp 100 juta dengan subsider enam bulan kurungan," kata Dapot.

Baca juga: WHO Klaim Covid-19 Varian India Sudah Tersebar di 44 Negara, Inggris Kasus Paling Tinggi

Namun, sidang ditunda dan dilanjutkan pada Senin pekan depan berjadwal pledoi.

Sekaligus putusan dari majelis hakim atas perkara tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved