Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

Cari Tersangka, Kabel hingga Buku Jaga jadi Barang Bukti Kebakaran Maut Lapas Tangerang

Hal ini dalam rangka penyidikan guna mengumpulkan alat bukti dan mencari pihak yang bertanggung jawab dalam kasus kebakaran yang menewaskan 45 orang

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Acos aka Abdul Qodir
ist
Suasana Lapas Kelas I Tangerang, Banten pasca-terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Kebakaran hebat dalam dua jam itu mengakibatkan 45 orang narapidana tewas. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Tak hanya memeriksa para saksi, penyidik Polda Metro Jaya juga menjadikan kabel hingga buku jaga sipir dalam kasus kebakaran di Blok C2 Lapas Tangerang, Rabu dini hari lalu. 

Hal ini dalam rangka penyidikan guna mengumpulkan alat bukti dan mencari pihak yang bertanggung jawab dalam kasus kebakaran yang menewaskan 45 orang narapidana itu.

"Pengumpulan alat-alat bukti sudah selesai dan sudah dilakukan gelar perkara dan statusnya dinaikan dalam penyidikan. Sekarang penyidik sudah mulai bekerja dan besok juga akan diteruskan untuk menyelesaikan kasus ini. (Barang bukti) ada di TKP ada kabel dan juga buku jaga," ujar Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono di RS Polri, Kramat Jati, jakarta Timur, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Cari Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi Periksa Kalapas

Namun, untuk pemanggilan saksi pihaknya belum merinci secara jelas.

"Kita liat perkembangan. Ini masih proses nanti akan disampaikan oleh penyidik perkembangan dari pada proses penyidikan yang sekarang masih berjalan," lanjutnya.

Tumpukan kantong jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang di RSUD Kabupaten Tangerang, Rabu (8/9/2021).
Tumpukan kantong jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang di RSUD Kabupaten Tangerang, Rabu (8/9/2021). (TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma)

Ia juga mengatakan barang bukti yang didapat dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan pemeriksaan mendalam oleh Pusat Labolatorium Forensik (Puslabfor) Polri.

"Telah dilakukan penyitaan secara hukum berupa 13 buah handphone, rekaman CCTV, gembok dan anak kunci, dan barang bukti lain terkait dengan tindak pidana," kata Ahmad di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021).

Baca juga: Kobaran Api Merambat Perlahan, Ini Kesaksian Korban Selamat Kebakaran Lapas Tangerang

Baca juga: Tak Hanya Polisi, Tim DVI Kebakaran Lapas Tangerang Beranggotakan Ahli dari Puskes TNI Hingga Dosen

Keluarga narapidana korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang mendatangi Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021).
Keluarga narapidana korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang mendatangi Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Dari barang bukti dan keterangan saksi di tingkat penyelidikan, ditemukan dugaan tindak pidana unsur kesengajaan penyebab kebakaran sebagaimana diatur dalam Pasal 187 dan 188 KUHP.

Lalu dugaan tindak pidana unsur kelalaian atau kealpaan sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP, unsur pasal ini yang bakal dipastikan penyidik di tahap penyidikan untuk mencari tersangka.

Ahmad juga menuturkan penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya sudah melayangkan surat panggilan kepada 28 saksi yang dilakukan pada Senin (13/9/2021), di antaranya Kalapas Kelas 1 Tangerang.

Baca juga: Dalih Mau Lunasi Utang Rp 900 Juta di Bekasi, Teman Bawa Golok hingga Alat Setrum

Diberitakan, kebakaran maut di Blok C2 narboba Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu (8/9/2021) dini hari lalu mengakibatkan 45 narapidana tewas dan sejumlah napi lainnya mengalami luka bakar.

Dan hingga Minggu (12/9/2021), sebanyak sepuluh jenazah narapidana korban kebakaran Lapas Tangerang telah teridentifikasi.

Untuk sementara, kebakabaran yang mengakibatkan banyak korban jiwa di dalam penjara itu disebabkan korsleting listrik.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved