Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

PPKM Level 3 di Tangerang Selatan: Ramai Diserbu Pengunjung, Situ Gintung Tidak Ditutup

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Tangerang Selatan (Tangsel) seperti berjalan tanpa mengikuti aturan.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Kondisi Situ Gintung, Ciputat, Tangsel, Minggu (12/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Tangerang Selatan (Tangsel) seperti berjalan tanpa mengikuti aturan.

Dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Tangsel nomor 443/3126/Huk, jelas tertuang bahwa perpanjangan PPKM level 3 berlaku sampai 13 September 2021.

Pada poin 12 tertulis, fasilitas umum, taman, wisata umum, ditutup sementara.

"Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya) ditutup sementara," tertulis pada SE yang ditandatangani Wali Kota Benyamin Davnie itu.

Namun pantauan TribunJakarta.com, salah satu fasilitas umum dan juga kerap dijadikan tempat wisata, Situ Gintung, Ciputat, Tangsel, dibiarkan terbuka, Minggu (12/9/2021).

Pengunjungpun ramai, terutama pada pagi hari. Warga memanfaatkan situ dan bendungan yang dibangun sejak jaman kolonial itu menjadi area olahraga.

Baca juga: Tak Punya CCTV, Masjid Pemkot Tangsel Kerap Kemalingan Hingga Buat Resah Jemaah

Selain berolahraga, tidak sedikit warga yang datang ke Situ Gintung untuk jajan, sarapan dan berjalan-jalan santai menikmati Minggu pagi.

"Biasa olahraga, karena memang biasa ke sini, dekat. Ya tahu PPKM, tapi kan buka, enggak apa-apa kayanya," kata Arif, salah satu pengunjung Situ Gintung.

Arif juga merasa paparan Covid-19 tak lagi tinggi seiring informasi yang dibacanya tentang penurunan jumlah pasien di berbagai daerah termasuk Tangsel

"Sudah sedikit kan, ini saja sudah level 3 di sini," kata dia.

Sementara, Warni, pengunjung Situ Gintung lainnya, datang untuk sekedar jajan dan sarapan.

Di Gintung, memang banyak pedagang kaki lima yang menjual jajanan sampai makanan berat seperti bubur, nasi uduk dan lontong sayur.

"Jajan, makan saja, sambil jalan-jalan sama suami. Memang sudah sering ke sini, kadang malam juga. Iya malam juga ramai di sini mah," kata Warni.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved