Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Banyak Siswa Tak Punya Ponsel, Guru SD di Tangerang Selatan Senang Bisa Mengajar Langsung di Kelas

Ponsel masih menjadi salah satu kendala belajar daring atau online untuk SD di Tangerang Selatan (Tangsel), di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Siswa SDN Serua 01, Ciputat, Tangsel, sedang menunggu jemputan, Senin (13/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Ponsel masih menjadi salah satu kendala belajar daring atau online untuk SD di Tangerang Selatan (Tangsel), di tengah pandemi Covid-19.

Pada Juli 2020 lalu, Kepala SDN Pondok Cabe Ilir 02, Pamulang, Rostinah, mengungkapkan, 300 dari 600 siswanya tidak memiliki ponsel untuk belajar daring atau online.

Akhirnya, para guru harus sesekali turun langsung mengajar siswa ke rumahnya.

Kini, Tangsel menerapkan Pembelajaran Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 yang mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) boleh digelar secara terbatas.

Setelah SMP dan SMA, per hari ini, Senin (13/9/2021), siswa SD di Tangsel boleh kembali ke sekolah. 

Para guru SDN Pondok Cabe Ilir 02 sangat gembira dan menyambut baik.

Selain ponsel, biaya pulsa internet untuk belajar online juga terlalu mahal bagi sebagian orang tua siswa.

"Iya memang 300 siswa tidak punya ponsel. Saya ngajar zoom di kelas 5, 101 siswa yang ikut itu cuma 42."

Baca juga: Baru Sehari Sekolah Tatap Muka Digelar, Puluhan Pelajar Jakarta dan Tangerang Tawuran Bawa Celurit

"Sama juga kelas lain kendalanya kaya gitu. Orang tua juga keberatan dengan kuota. Sekali zoom Rp 30 ribu, saya ngerasain, kqlau di rumah, anak dua, saya, sehari bisa Rp 100 ribu," kata Nina Sri Hastuti, Guru Bahasa Inggris SDN Pondok Cabe Ilir 02.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved