Breaking News:

Koalisi DMFI: Banyak Perdagangan Daging Anjing Ilegal, 340 Ekor Dipotong Setiap Hari di Jakarta

Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) telah melakukan investigasi nasional atas kasus maraknya penjualan daging anjing.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) telah melakukan investigasi nasional atas kasus maraknya penjualan daging anjing. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) telah melakukan investigasi nasional atas kasus maraknya penjualan daging anjing.

Berdasarkan hasil investigasinya, diperkirakan ada sekitar 340 ekor anjing dipotong tiap harinya atau sekitar rata-rata 9.520 ekor anjing perbulan di Jakarta.

"Kami juga telah mendokumentasikan betapa kejam, ilegal dan berbahayanya perdagangan ini," tulis Koalisi Dog Meat Free Indonesia dalam keterangan persnya, Senin (13/9/2021).

Dikatakan, sebanyak 97% anjing-anjing dipasok dari Provinsi Jawa Barat, yang mana masih dikatagorikan endemic rabies. 

Koordinator Internasional DMFI Lola Webber menyatakan, ada dua penyuplai besar dan beberapa penyuplai kecil di Jakarta yang menjual daging anjing.

Salah satu warung yang menyediakan kuliner berbahan dasar daging anjing di kota Solo, Jawa Tengah.
Salah satu warung yang menyediakan kuliner berbahan dasar daging anjing di kota Solo, Jawa Tengah. ((Kompas.com/Ervan Hardoko))

Di antaranya seperti Pasar Senen, Pasar Cijantung dan lain-lain.

Dimana mereka biasanya memotong 3 hingga 6 ekor anjing perhari bagi penyuplai kecil, dan 20 hingga 40 ekor anjing perhari bagi penyuplai besar untuk kemudian dijual ke lapo dan beberapa resto Korea di Jakarta.

Baca juga: Komentar Wagub dan Anggota DPRD DKI Soal Penjualan Daging Anjing di Pasar Jaya: Warga Aktif Laporkan

"Meski angka ini lebih kecil dibandingkan kota lain seperti Solo, di mana hasil investigasi kami menunjukkan bahwa lebih dari 13.700 anjing diangkut dan dipotong perbulannya, tetap saja tidak dapat diterima," kata Lola.

Lola menyebut, meskipun jumlah anjing yang diperkirakan dipotong di Jakarta lebih kecil dibanding penemuannya di kota Solo, namun menurutnya hal ini tetap tidak bisa diterima.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved