Breaking News:

Komentar Wagub dan Anggota DPRD DKI Soal Penjualan Daging Anjing di Pasar Jaya: Warga Aktif Laporkan

Pemrov DKI Jakarta hingga legislator DKI Jakarta beri tanggapan terkait adanya penjualan daging anjing di Pasar Senen Blok III, Kecamatan Senen.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria saat diwawancarai wartawan di Balai Kota, Senin (13/9/2021)   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemrov DKI Jakarta hingga legislator DKI Jakarta beri tanggapan terkait adanya penjualan daging anjing di Pasar Senen Blok III, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Berawal dari penemuan Animal Defenders Indonesia terkait penjualan daging anjing di Pasar Senen Blok III, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, PD Pasar Jaya memberikan klarifikasi dan membenarkan hal tersebut.

PD Pasar Jaya telah mengambil tindakan tegas dengan memanggil pedagang tersebut dan memberikan sanksi tertulis terhadap pedagang pada Jumat (10/9/2021) lalu.

Selain itu, bila terjadi hal serupa, pihaknya akan memberikan sanksi berupa penutupan tempat usaha, baik bersifat sementara maupun permanen.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan para penjual harus menghargai dan menghormati masyarakat terkait apa yang boleh dan yang tidak boleh di makan.

"Kan ada aturan dan ketentuan jadi tidak boleh menjual sesuai ketentuan yang ada. apa lagi kalau nanti di oplos, jangan sampai. Kita harus menghargai dan menghormati masyarakat yang boleh dan tak boleh makan, dibedakan dan dipisahkan," katanya di Balai Kota, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Tak Lagi Jualan Daging Anjing, Pedagang di Pasar Koja Baru Keluhkan Pendapatan Menurun

Sementara itu,  Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mengatakan temuan ini sebagai tanda terkait kurangnya fungsi kontrol di PD Pasar Jaya.

Ia meminta sweeping digelar di pasar-pasar lainnya untuk mengantisipasi kejadian serupa.

"Saya kira ini bisa terjadi karena kurangnya fungsi kontrol Pasar Jaya, segera lakukan sweeping di pasar-pasar lain agar kejadian ini tidak berulang. Harus ada tindakan prefentif jangan reaktif, harus diantisipasi agar hal ini tidak terjadi lagi kedepan," jelasnya kepada awak media.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved