Breaking News:

Penyebar Babi Ngepet di Depok Ditangkap

Pengadilan Negeri Depok Dijadwalkan Gelar Sidang Perdana Kasus Hoaks Babi Ngepet 15 September 2021

Pengadilan Negeri Depok bakal menggelar sidang perdana kasus rekayasa isu babi ngepet pada pekan ini.

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Pelaku Kasus Babi Ngepet, Adam Ibrahim saat digiring di Polres Metro Depok, Kamis (29/4/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Pengadilan Negeri Depok bakal menggelar sidang perdana kasus rekayasa isu babi ngepet pada pekan ini.

"Sidang pertama tanggal 15 September 2021," ujar Humas Pengadilan Negeri Depok Ahmad Fadil ketika dikonfirmasi Kompas.com, Senin (13/9/2021).

Fadil melanjutkan, persidangan ini akan dipimpin oleh majelis hakim yang terdiri dari Iqbal Hutabarat, Yuanne Marrieta, dan Darmo Wibowo. Sidang perdana akan diselenggarakan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

Sebelumnya, AI dijerat Pasal 14 ayat 1 (ancaman hukuman 10 tahun penjara) atau Pasal 14 ayat 2 (ancaman hukuman 3 tahun penjara) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 oleh kepolisian.

"Yang intinya unsurnya adalah barangsiapa menyebarkan berita bohong yang menyebabkan kegaduhan di masyarakat," ujar Kepala Seksi Intelijen sekaligus juru bicara Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto, seusai penyerahan tersangka berinisial AI dan barang bukti dari kepolisian ke kejaksaan pada 26 Agustus 2021 lalu.

Kasus rekayasa isu babi ngepet yang dilakukan oleh tersangka AI terjadi pada April 2021 lalu di Bedahan, Sawangan. Pada 29 April 2021, polisi akhirnya menangkap AI, yang disebut-sebut merupakan tokoh agama di kalangan setempat.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Metro Depok, Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar menyatakan bahwa rekayasa ini telah direncanakan oleh AI sejak lama.

Baca juga: Kejari Depok Tunjuk Tiga Jaksa Tangani Kasus Hoaks Babi Ngepet

"Berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang, ada Rp 1 juta, ada Rp 2 juta. Mereka mengarang cerita dari kehilangan itu dari bulan Maret, jadi ada kurang lebih 1 bulan," jelas Imran.

Adam Ibrahim (44) telah ditetapkan sebagai tersangka yang merekayasa isu babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok.

Penetapan tersangka ini bermula dari hebohnya penangkapan babi ngepet di kawasan tersebut.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved