Breaking News:

Penyebar Babi Ngepet di Depok Ditangkap

Pengadilan Negeri Depok Dijadwalkan Gelar Sidang Perdana Kasus Hoaks Babi Ngepet 15 September 2021

Pengadilan Negeri Depok bakal menggelar sidang perdana kasus rekayasa isu babi ngepet pada pekan ini.

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Pelaku Kasus Babi Ngepet, Adam Ibrahim saat digiring di Polres Metro Depok, Kamis (29/4/2021). 

Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar memastikan, kabar penangkapan babi ngepet itu hanyalah rekayasa semata.

"Semuanya yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoaks. Itu berita bohong," papar Imran pada Kamis (29/4).

Berdasarkan pemeriksaan, Adam Ibrahim diketahui seorang tokoh masyarakat. Ia disebut memiliki majelis taklim.

"Tapi (disebut, red) tokoh juga tak terlalu terkenal," aku Imran.

Imran menjelaskan, rekayasa isu babi ngepet ini ternyata telah direncanakan sejak lama.

"Adanya cerita masyarakat yang merasa kehilangan uang, ada Rp1 juta, Rp2 juta. Mereka mengarang cerita dari kehilangan itu di bulan Maret, jadi ada kurang lebih 1 bulan," tegas Imran.

Polisi menilai, rekayasa ini dilakukan Adam agar dirinya lebih terpandang sebagai tokoh kampung.

"Tujuannya supaya lebih terkenal di kampung," aku Imran.

Untuk menyempurnakan rencananya, Adam membeli seekor anak babi Rp900 ribu melalui toko daring.

Ia bahkan diduga melibatkan 7 orang lainnya dalam rencana tersebut.

Baca juga: Kejari Depok Terima Tersangka Kasus Babi Ngepet Adam Ibrahim

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved