Breaking News:

Penjualan Daging Anjing di Pasar, Pakar Soroti Anak Buah Gubernur DKI Jakarta Ini

Ia mengatakan bahwa anjing merupakan binatang peliharaan. Harus ada larangan penjualam daging anjing, dan jika pun ada diperbolehkan, harus dilokalisi

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
ILUSTRASI Pengelola Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara, menempelkan stiker larangan jual-beli daging anjing, Senin (13/9/2021). 

TRIBUNJAKARTA,COM - Animal Defender Indonesia (ADI) menyayangkan sikap Pemprov DKI Jakarta terkait ditemukannya penjualan daging anjing di Pasar Perumda DKI Senen.

Sikap tak tegas Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) jadi alasan masih adanya penjualan hewan piaraan tersebut.

Ketua ADI Doni Herdaru meminta pedagang daging anjing dijerat pelanggaran terhadap undang-undang. 

"Pelanggar UU kok penegakan hukumnya dilakukan dengan persuasif, lalu besok-besok ada warung jualan ganja juga harus pakai cara persuasif dong?" kata Doni kepada wartawan, Senin (13/9/2021).

Doni kemudian mendesak adanya sanksi yang nyata terhadap para pedagang, hingga pejabat pasar yang melakukan pembiaran/memberikan izin tanpa pengawasan.

"Biar ada efek jera di berbagai peran. Saya akan infokan juga DKPKP menolak ajakan saya grebek dulu 2017-2018. Pelanggaran UU Pangan kok cuma di sanksi administratif," kata dia.

Sebelumnya, Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Suparji Ahmad pun menilai pandangan Kepala DKPKP DKI Jakarta terkait dengan penjualan daging anjing di pasaran tak memiliki dasar hukum yang kuat dan cenderung mengabaikan Undang-undang.

Ia mengatakan bahwa jual beli hewan untuk dikonsumsi harus memenuhi unsur keselamatan, kehalalan dan kesehatan.

Untuk itu, terkait dengan jual beli daging anjing berpotensi merugikan kesahatan konsumen dan juga memungkinkan adanya penularan penyakit rabies.

Baca juga: Tanda Tangani Surat Pernyataan, Pedagang di Pasar Koja Baru Berhenti Jual Daging Anjing

"Saya menyarankan untuk dilakukan tindakan berupa penertiban pasar penjualaan anjing tersebut, sebagai amanat undang-undang untuk memberikan keamanan dan keselamatan konsumen. Dimaksudkan untuk memberikan jaminan atas keamanan dan keselamatan kepada konsumen dalam penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang dikonsumsi atau digunakan," kata Suparji.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved