Breaking News:

Tanda Tangani Surat Pernyataan, Pedagang di Pasar Koja Baru Berhenti Jual Daging Anjing

Pedagang daging babi yang menjual daging anjing sebagai sampingan menandatangani surat pernyataan yang dikeluarkan pengelola Pasar Koja Baru.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Pedagang daging babi di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Andi (33). 

Daging anjing itu didapatkan dari penyuplai Jawa Barat, seperti dari Bandung, Sukabumi, Sumedang, Tasikmalaya, hingga Subang.

"Biasanya yang mesan rumah makan, restoran, lapo-lapo begitu. Ini (daging anjing) kan termasuk makanan tradisional, kayak orang Manado, Batak, Ambon, Flores, ini kan makanan khas juga," katanya.

Andi pun berjanji akan mengikuti arahan pemerintah, termasuk pengelola pasar, untuk tidak lagi berjualan daging anjing.

Meski sadar akan memengaruhi pendapatannya, Andi memastikan akan tetap fokus berjualan daging babi.

Stiker Larangan Jual-Beli Daging Anjing

Diberitakan sebelumnya, pengelola Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara, memasang stiker pelarangan jual-beli daging anjing, Senin (13/9/2021).

Stiker pelarangan itu dipasang pada lapak penjual daging babi menyusul viralnya video yang memperlihatkan penjualan daging anjing di Pasar Koja Baru beberapa waktu lalu.

Pantauan di lokasi, petugas keamanan dan pengelola Pasar Koja Baru menuju ke lapak penjual daging babi yang berada di lantai 2 pasar tersebut.

Petugas membawa serta stiker yang kemudian ditempelkan di pintu masuk lapak penjual daging babi.

Baca juga: Curhat Larissa Chou 5 Tahun Menikah Tak Pernah Diajarkan Ngaji, Kini Belajar dengan Putri Aa Gym

"Perumda Pasar Jaya melarang menjual dan membeli daging anjing (B1). Pasal 1 UU nomor 18 tahun 2021 bahwa anjing bukan merupakan atau tidak termasuk sumber pangan, karena anjing merupakan hewan peliharaan," tulis pengelola pasar dengan tanda tangan Manager Area 14.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved