Breaking News:

Tembok yang Halangi Rumah di Ciputat Akhirnya Dibongkar, Warga Merasa Lega

Tembok setinggi sekira dua meter yang menghalangi rumah warga di Jalan Pelikan, Serua, Tangerang Selatan (Tangsel), akhirnya dibongkar

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Tembok setinggi sekira dua meter yang menghalangi rumah warga di Jalan Pelikan, Serua, Tangerang Selatan (Tangsel), akhirnya dibongkar hari ini, Senin (13/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Tembok setinggi sekira dua meter yang menghalangi rumah warga di Jalan Pelikan, Serua, Tangerang Selatan (Tangsel), akhirnya dibongkar hari ini, Senin (13/9/2021).

Dari panjang tembok sekira 40 meter, yang dibongkar hanya tiga meter.

Namun itu cukup untuk akses dua rumah yang benar-benar akses keluar masuk rumahnya terhalangi.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Alfachry, mengatakan, kesepakatan didapat setelah pihak warga bertemu dengan pengembang di kelurahan.

Baca juga: 3 Rumah Dihalangi Tembok Klaster di Ciputat, Satpol PP Tangerang Selatan Ungkap Hal Ini

"Sabtu, dari kelurahan, pihak-pihak yang terdampak, pengurus warga, sudah ada kesepakatan, yang Alhamdulillah sudah hari ini tembok dibuka. Warga mendapat akses jalannya," kata Muksin di lokasi.

Sebelumnya, Muksin juga sempat menyatakan bahwa bangunan klaster yang juga mendirikan tembok itu, oleh pengembang atas nama PT Tri Anugrah, belum ada izinnya, izin mendirikan bangunan (IMB).

Tembok setinggi sekira dua meter berdiri menutupi akses masuk tiga rumah yang berada di kawasan Jalan Pelikan, RT 6 RW 9, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (7/9/2021).
Tembok setinggi sekira dua meter berdiri menutupi akses masuk tiga rumah yang berada di kawasan Jalan Pelikan, RT 6 RW 9, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (7/9/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR)

"IMBnya sedang diproses. Karena sudah berjalan, tapi hari ini kita fokus bagaimana tembok yang menutupi rumah warga itu dibongkar," kata Muksin.

Meski sudah tepergok tidak memiliki IMB, namun anehnya, Satpol PP Tangsel membiarkan proses pembangunan tetap berlangsung.

"Soal penyegelan kita akan melihat lebih lanjut," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved