Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

18 Jenazah Korban Lapas Tangerang Teridentifikasi, 23 Masih Dalam Proses

Konsultan Operasi DVI Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Kombes Pramujoko mengatakan hingga Senin (13/9/2021) sebanyak 18 jenazah napi teridentifikasi

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Konsultan Operasi DVI Kebakaran Lapas Tangerang, Kombes Pramujoko saat menunjukkan peta medis hasil identifikasi jenazah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (13/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih berupaya mengidentifikasi jenazah narapidana korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Provinsi Banten pada Rabu (8/9/2021).

Konsultan Operasi DVI Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Kombes Pramujoko mengatakan hingga Senin (13/9/2021) sebanyak 18 dari total 41 jenazah narapidana sudah berhasil diidentifikasi.

Pihaknya menargetkan jumlah jenazah teridentifikasi bertambah seiring proses pencocokan data antemortem (sebelum kematian) dengan postmortem (setelah kematian) dilakukan.

"Jadi dari pemeriksaan di kita itu sudah dilakukan. Pemeriksaan fisik dari medis gigi sudah dilakukan, sidik jari sudah lengkap semua, sekarang tinggal DNA," kata Pramujoko di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (13/9/2021).

Sidik jari, gigi, dan DNA ini merupakan parameter primer dalam proses identifikasi karena pada ketiganya terdapat karakter khusus yang dapat menunjukkan identitas seseorang.

Namun dibanding sidik jari, identifikasi pencocokan data DNA antemortem dengan postmortem lebih memakan waktu karena dilakukan lewat serangkaian uji laboratorium.

Baca juga: Total 48 Narapidana Jadi Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang, Bertambah 2 Hari Ini

"DNA-nya itu lagi proses juga. Karena kan yang datang pembandingnya tadi tidak pertama langsung datang semua, jadi dia bertahap. Sehingga yang bisa dikerjakan duluan dan bisa langsung dibandingkan," ujarnya.

Data pembanding DNA yang datang secara bertahap dimaksud merupakan sampel DNA dari anggota inti keluarga korban narapidana korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Tim DVI tidak dapat menentukan waktu pasti seluruh jenazah teridentifikasi karena dalam proses pencocokan data pembanding ketepatan lebih utama dibanding kecepatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved