Breaking News:

Pandemi: Kuli Bangunan Buat Warung di Tengah Waduk Jatiluhur, Keliling Pakai Perahu Cari Pembeli

Terdampak pandemi Covid-19, seorang kuli bangunan di Purwakarta, Jawa Barat membuat terobosan di tengah Waduk Jatiluhur.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kang Dedi Mulyadi Channel
Perahu yang dimanfaatkan menjadi warung Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. 

Namun yang harus digarisbawahi Kang Dedi, semua ini didapat Mahdum bukan dalam waktu instan.

Butuh kerja keras hingga akhirnya kades rasa sultan ini bisa mendapatkan omzet sampai puluhan juta setiap harinya.

"Kaya tidak mudah, semua harus diproses.

Bapak sultan kades butuh waktu 8 tahun untuk kaya," tuturnya.

Baca juga: Pak Kades Punya Rumah Bak Istana Kang Dedi: Mau Sukses Kerja Keras Bukan Tidur dan Melamun

Perkenalan Kang Dedi dengan kades rasa sultan ini berawal saat dirinya melongo melihat rumah mewah di sekitar Waduk Jatiluhur yang ternyata milik Kades Ciririp.

KDM semakin kaget, saat mengetahui  penghasilan sang kades mencapai Rp 30 juta sehari.

Hal itu setelah dia menghitung sendiri kalkulasi uang yang didapat sang kades dari mengirim ikan tiap harinya.

Mahdum setiap harinya mengirimkan 15 ton ikan untuk dijual ke wilayah Muara Angke dan Muara Baru, Jakarta Utara, dan pasar di Merak, Banten.

Kang Dedi sewaktu sedang mengendarai motor dibuat melongo dengan keberadaan rumah mewah seorang kades di wilayah dekat Gunung Sanggabuana.
Kang Dedi sewaktu sedang mengendarai motor dibuat melongo dengan keberadaan rumah mewah seorang kades di wilayah dekat Gunung Sanggabuana. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

"Berangkat jam 4 sore, masarinnya jam 12 malam sampai pagi. Sehari 15 ton," kata Mahdum kepada Kang Dedi.

Mahdum menuturkan, dirinya mengambil untung Rp 2 ribu dari setiap ikan mas yang dikirimnya ke Jakarta dan Merak.

Selain ikan mas, dia juga menyuplai ikan nila.

"Di sini ikan mas Rp 21 ribu perkilo, dijual Rp 23 ribu," kata Mahdum.

Ia menaksir jika Rp 2 ribu dikali 15 ton, sehari bisa mendapatkan Rp 30 juta, dipotong biaya produksi Rp 5 juta, sehingga bersih mendapat Rp 25 juta sehari.

"Sultan dari Ciririp," ujar Kang Dedi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved