Pandemi: Kuli Bangunan Buat Warung di Tengah Waduk Jatiluhur, Keliling Pakai Perahu Cari Pembeli

Terdampak pandemi Covid-19, seorang kuli bangunan di Purwakarta, Jawa Barat membuat terobosan di tengah Waduk Jatiluhur.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kang Dedi Mulyadi Channel
Perahu yang dimanfaatkan menjadi warung Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terdampak pandemi Covid-19, seorang kuli bangunan di Purwakarta, Jawa Barat membuat terobosan di tengah Waduk Jatiluhur.

Menggunakan perahu kayu, dia menjadikannya itu untuk membuka warung keliling.

Pria itu kemudian mengelilingi area Waduk Jatiluhur untuk menawarkan dagangannya kepada para pekerja di keramba ikan yang ada di sana.

Siapa sangka, keberadaan warung keliling ini nyatanya memang dibutuhkan para pekerja yang sedang berada di area keramba.

Para pekerja yang sedang kelelahan kemudian membeli jajanan di warung keliling itu sekadar untuk melepaskan lelah sesaat.

Baca juga: Mulianya Kades Rasa Sultan, Berikan Satu Usahanya Beromzet 70 Juta untuk Kas Masjid

Di warung keliling itu, si penjual menyediakan aneka minuman ringan, cemilan sampai gorengan.

Keberadaan warung keliling ini pun mencuri perhatian anggota DPR RI, Dedi Mulyadi.

Saat itu, Kang Dedi Mulyadi alias KDM sedang melihat keramba milik Mahdum, kades Ciririp yang kekayaannya cukup fantastis hingga dijuluki sebagai sultan dari Ciririp yang merupakan desa di Kabupaten Purwakarta.

Kang Dedi saat menaiki perahu yang digunakan sebagai warung keliling di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Kang Dedi saat menaiki perahu yang digunakan sebagai warung keliling di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Kepada Kang Dedi, pemilik warung keliling itu mengaku berjualan sejak pandemi Covid-19 ini.

"Semenjak PPKM, awalnya kuli bangunan," kata dia dilansir dari Kang Dedi Mulyadi Channel, Selasa (14/9/2021).

Lantaran terbentur kenyataan tak ada pemasukan, dia pun mencoba ide kreatifnya untuk membuat sesuatu yang kreatif.

Lantaran tinggal di wilayah Jatiluhur dan melihat ramainya aktivitas para pekerja ikan di sana, dia pun membuat terobosan membuka warung keliling.

"Jadinya jualan keliling pake perahu, cari ide lah," tutur dia.

Dia mengatakan, saat awal berjualan dirinya memulainya dengan modal Rp 2 juta.

Baca juga: Niat Dibantu Kang Dedi Modal Usaha Rp 500 Ribu, Pengemis Pura-pura Cedera Ini Minta Ditambah Motor

Kang Dedi pun mengapresiasi perjuangan pria pemilik warung keliling ini.

Alhasil, mantan Bupati Purwakarta ini memborong seluruh dagangan pemilik warung keliling itu untuk kemudian dibagikan kepada para pekerja di keramba ikan tersebut.

Tinjau Usaha Kades Ciririp

Di balik kesuksesannya menjadi pengusaja ikan di Waduk Jatiluhur, Mahdum, kepala desa rasa sultan asal Ciririp, Purwakarta, Jawa Barat ternyata juga memiliki hati mulia.

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi saat meninjau usaha keramba milik Kades Ciririp yang serasa sultan di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi saat meninjau usaha keramba milik Kades Ciririp yang serasa sultan di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Dia menyumbangkan satu keramba miliknya untuk dikelola masjid dimana hasil keuntungannya masuk ke dalam kas masjid.

Adapun keramba yang diberikan itu dalam sekali panennya bisa menghasilnya omzet mencapai Rp 70 juta.

Hal itu diketahui saat Anggota DPR Dedi Mulyadi melihat usaha sang kades Ciririp di Waduk Jatiluhur.

Saat berkeliling menggunakan perahu, Kang Dedi kaget bahwa ternyata ada keramba yang milik masjid.

"Saya baru tahu masjid ada usahanya,' kata Kang Dedi Mulyadi alias KDM dilansir dari Youtube miliknya, Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (13/9/2021).

KDM lebih kaget lagi saat mengetahui bahwa keramba itu merupakan gagasan dari Kades Ciririp.

Baca juga: Filosofi Perut Kang Dedi: Biasa Diisi Penuh, Saat Kurang Nagih, Harus Pas Agar Penuh Vitalitas

"Kolam (keramba) ini milik masjid.

Dikelola tanam warga hasilnya untuk masjid," jelas Kang Dedi.

"Yang ngurusnya dikasih upah sama DKM masjid," jawab Kades Ciririp, Mahdum.

Sikap mulia Mahdum membuat Kang Dedi semakin salut dengan sosok kades serasa sultan ini.

Penampakan rumah mewah Kades Ciririp, Purwakarta, Jawa Barat yang memiliki usaha ikan di waduk Jatiluhur.
Penampakan rumah mewah Kades Ciririp, Purwakarta, Jawa Barat yang memiliki usaha ikan di waduk Jatiluhur. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

"Yang keren dia punya masjid, masjidnya punya kas dalam bentuk keramba.

Omzetnya bisa Rp 25 sampai Rp 70 juta sekali panen," ujar Kang Dedi.

Namun yang harus digarisbawahi Kang Dedi, semua ini didapat Mahdum bukan dalam waktu instan.

Butuh kerja keras hingga akhirnya kades rasa sultan ini bisa mendapatkan omzet sampai puluhan juta setiap harinya.

"Kaya tidak mudah, semua harus diproses.

Bapak sultan kades butuh waktu 8 tahun untuk kaya," tuturnya.

Baca juga: Pak Kades Punya Rumah Bak Istana Kang Dedi: Mau Sukses Kerja Keras Bukan Tidur dan Melamun

Perkenalan Kang Dedi dengan kades rasa sultan ini berawal saat dirinya melongo melihat rumah mewah di sekitar Waduk Jatiluhur yang ternyata milik Kades Ciririp.

KDM semakin kaget, saat mengetahui  penghasilan sang kades mencapai Rp 30 juta sehari.

Hal itu setelah dia menghitung sendiri kalkulasi uang yang didapat sang kades dari mengirim ikan tiap harinya.

Mahdum setiap harinya mengirimkan 15 ton ikan untuk dijual ke wilayah Muara Angke dan Muara Baru, Jakarta Utara, dan pasar di Merak, Banten.

Kang Dedi sewaktu sedang mengendarai motor dibuat melongo dengan keberadaan rumah mewah seorang kades di wilayah dekat Gunung Sanggabuana.
Kang Dedi sewaktu sedang mengendarai motor dibuat melongo dengan keberadaan rumah mewah seorang kades di wilayah dekat Gunung Sanggabuana. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

"Berangkat jam 4 sore, masarinnya jam 12 malam sampai pagi. Sehari 15 ton," kata Mahdum kepada Kang Dedi.

Mahdum menuturkan, dirinya mengambil untung Rp 2 ribu dari setiap ikan mas yang dikirimnya ke Jakarta dan Merak.

Selain ikan mas, dia juga menyuplai ikan nila.

"Di sini ikan mas Rp 21 ribu perkilo, dijual Rp 23 ribu," kata Mahdum.

Ia menaksir jika Rp 2 ribu dikali 15 ton, sehari bisa mendapatkan Rp 30 juta, dipotong biaya produksi Rp 5 juta, sehingga bersih mendapat Rp 25 juta sehari.

"Sultan dari Ciririp," ujar Kang Dedi.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved