Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Dinkes DKI Prediksi Pandemi Covid-19 Paling Cepat Berakhir Awal 2022

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan memprediksi, pandemi Covid-19 paling cepat berakhir awal 2022 mendatang.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan memprediksi, pandemi Covid-19 paling cepat berakhir awal 2022 mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama dalam diskusi virtual.

"Pandemi berakhir masih bisa paling cepat mungkin awal tahun depan," ucapnya dikutip TribunJakarta.com, Rabu (15/9/2021).

Walau demikian, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, kasus Covid-19 tidak benar-benar akan hilang.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan cara tetap menjaga protokol kesehatan.

"Kita harus berpikir covid selalu ada, karena DKI akan sangat sulit kasus benar-benar nol," ujarnya.

"Kita harus bisa berdampingan dengan covid dalam tanda kutip, tapi enggak pasrah ya," tambahnya.

Baca juga: Batal Gelar PTM Setiap Hari, Disdik DKI Tak Mau Gegabah Berakibat Covid-19 Naik Lagi

Di sisi lain, Dinas Kesehatan bakal terus melakukan 3T, yaitu tracing, testing, dan treatment untuk mencegah penularan Covid-19.

Sebagai informasi, penyebaran Covid-19 di ibu kota kini semakin melandai, penambahan kasus hanya berkisar di angka 150 hingga 200 kasus per hari.

Kasus aktif atau jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit dan menjalani isolasi pun hanya 3.368 orang.

Dari 855.119 total kasus Covid-19 di ibu kota, sebanyak 838.306 telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan mencapai 98 persen.

Kemudian, angka kematian berada di kisaran 1,6 persen.

Angka positivity rate atau persentase kasus positif Covid-19 sepekan terakhi berada di kisaran 1,6 persen.

Angka ini jauh di bawah ambang batas yang ditentukan organisasi kesehatan dunia (WHO), yaitu tak lebih dari lima persen.


Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved