Breaking News:

Modus dan Motif Sindikat Penggelapan Mobil Rental di Depok: Sewa Untuk Bisnis Hingga Terlilit Utang

Sindikat penggelapan mobil rental berhasil diringkus Satreskrim Polres Metro Depok

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) didampingi Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar (kiri), dan Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno (kanan), saat memimpin ungkap kasus penggelapan puluhan mobil di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Rabu (15/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Sindikat penggelapan mobil rental berhasil diringkus Satreskrim Polres Metro Depok. Hasil penyelidikan, sindikat ini berhasil menggasak 40 unit mobil rental dan pribadi dalam kurun waktu dua bulan belakangan ini.

Sindikat ini beranggotakan lima orang, diketuai seorang wanita berinisial DD dan empat anak buah yang masing-masing berinisial AN, BA, NE, dan NA.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, modus yang digunakan para pelaku adalah menyewa mobil dari rental penyewaan atau pun milik pribadi, dengan alasan untuk keperluan bisnis.

“Modus mereka menyewa mobil dari rental mobil atau milik pribadi, kemudian mobil dijual pada orang lain,” ujar Yusri didampingi Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, dan Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, di halaman Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Rabu (15/9/2021).

“Ini terjadi kurun waktu cuma dua bulan saja, sejak Juli lalu, Agustus, September. Sudah 40 (mobil yang dicuri. Yang berhasil kita amankan 31 unit. Nah masih ada lagi yang kami kejar. Kami tegaskan sampai manapun akan kami kejar,” timpalnya menegaskan.

Yusri mengatakan, DD juga sudah dipercaya oleh sejumlah pemilik rental penyewaan mobil, hingga tak menaruh curiga bahwa mobilnya akan digelapkan oleh pelaku dan rekan-rekannya.

“Nah DD ini karena dipercaya beberapa tempat rental mobil dengan alasan untuk sewa bisnis untuk tamu yang bersangkutan atau juga perantara untuk menyewa untuk orang lain di daerah Depok dan Bekasi, dan sejumlah rental percaya sekali dengan DD,” ungkap Yusri.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan motif sindikat ini nekat menggelapkan puluhan mobil tersebut adalah karena faktor ekonomi.

“Motif untuk ekonomi. DD mengaku banyak hutang. Niat melakukan kejahatan ini gali lobang tutup lobang. Karena ini pakai modal,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved