Ibunda Kenang Sosok Co-Pilot Rimbun Air Fajar Dwi, Anak Bontot yang Manja dan Bertanggung Jawab

Sebagai anak bontot, Fajar kerap masih manja dengan sang ibu meski dalam pergaulan, ia dikenal pribadi yang bertanggung jawab.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Ibunda Co-Pilot Mohammad Fajar Dwi Saputra, Sri Purwati (54) di rumah duka Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Ibunda Co-Pilot Rimbun Air Mohammad Fajar Dwi Saputra, Sri Purwati (54), mengenang sosok putra bungsunya yang tewas dalam insiden kecelakaan pesawat di Papua.

Dijumpai di rumah duka, Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Sri mengatakan, Fajar merupakan anak terakhir dari dua bersaudara.

Sebagai anak bontot, Fajar kerap masih manja dengan sang ibu meski dalam pergaulan, ia dikenal pribadi yang bertanggung jawab.

"Anak saya ini, anak bontot ya, jadi kalau dengan saya pribadi memang dia masih agak manja, tapi kalau di luar saya itu dia orang yang bertanggung jawab," kata Sri dijumpai di rumah duka, (16/9/2021).

Sri melanjutkan, sosok Fajar merupakan pribadi yang memiliki tekad kuat. Dia juga sangat mencintai istri dan anaknya.

"Baik sama istrinya, sama masyarakat, sama teman-temannya, dia humble, pergaulannya luas dari kalangan apa saja," ucapnya.

Di lingkungan tempat tinggalnya, Fajar juga dikenakan aktif bergaul. Meski kerap berdinas ke luar daerah, dia tidak pernah lupa untuk tetap menjaga hubungan dengan warga sekitar rumahnya.

Baca juga: Rumah Duka Co-Pilot Rimbun Air di Bekasi Dipenuhi Karangan Bunga

"Kemudian, dia kalau di wilayah sini, dia dikenal ramah, baik hati, suka menolong, peduli sama lingkungan, itu anak saya," ucapnya.

"Karena dia memang humble, orangnya ramah, dia selalu dalam kondisi apapun selalu tersenyum," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Rimbun Air yang hilang kontak sudah ditemukan pada Rabu (15/9/2021), dalam kondisi hancur.

Diketahui, pesawat Rimbun Air sebelumnya hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Nabire pada Rabu pukul 06.40 WIT menuju Bandara Bilogai Sugapa.

Suasana rumah duka Co-Pilot Mohammad Fajar Dwi Saputra, Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (15/9/2021).
Suasana rumah duka Co-Pilot Mohammad Fajar Dwi Saputra, Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (15/9/2021). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Mengutip Kompas.com, pesawat tersebut ditemukan di ketinggian 2.400 meter dengan jarak 5-6 kilometer dari Bandara Bilogari ke arah Distrik Homeyo.

"Sudah ditemukan di ketinggian 2.400 meter, jaraknya 5-6 km dari Bandara Bilogai ke arah Distrik Homeyo," ungkap Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan, Rabu.

Kru yang ikut dalam penerbangan itu adalah Pilot Mirza, Copilot Fajar, dan seorang teknisi bernama Iswahyudi.

Pesawat bermuatan cargo bahan bangunan itu ditemukan tim SAR pada koordinat 3.44.45 S – 136.59.59 E.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved