Breaking News:

Tekad Kuat Kopilot Rimbun Air yang Jatuh di Papua: Gagal Masuk Akpol, Beralih Sekolah Penerbangan

Kopilot Rimbun Air Mohammad Fajar Dwi Saputra dikenal sebagai pribadi yang pantang menyerah.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
Vico Amalo For Tribun-Papua.com
Penampakan Pesawat Rimbun Air. Pesawat Rimbun Air PK OTW yang hilang kontak di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, telah ditemukan dalam kondisi hancur. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Kopilot Rimbun Air Mohammad Fajar Dwi Saputra dikenal sebagai pribadi yang pantang menyerah.

Sempat gagal masuk Akademi Kepolisian (Akpol), ia terus berjuang menapaki karier di dunia penerbangan.

Hal ini diceritakan ibunda Fajar, Sri Purwati (54), saat dijumpai di rumah duka, Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (16/9/2021).

Sri mengatakan, sejak kecil putranya bercita-cita menjadi seorang polisi atau tentara. Usai lulus sekolah, Fajar pernah mengikuti tes masuk Akpol namun gagal di tahap akhir.

Baca juga: Kopilot Rimbun Air Tinggalkan Istri dan Bayi Berusia 10 Bulan: Sempat Video Call Sebelum Terbang

"Anak saya dari kecil awalnya (ingin berkarier) di angkatan (kepolisian), kemudian sempat mau masuk Akpol jadi sudah sampai tahap pantukhir (penentuan tahap akhir) dia gagal," kata Sri.

Tidak berhenti sampai di situ, Fajar kemudian meminta izin masuk kepolisian melalui jalur Bintara Polri.

Keluarga saat menunjukkan foto semasa hidup Copilot Mohammad Fajar Dwi Saputra di rumah duka, Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (16/9/2021).
Keluarga saat menunjukkan foto semasa hidup Copilot Mohammad Fajar Dwi Saputra di rumah duka, Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (16/9/2021). (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Namun, Keinginannya tidak disetujui keluarga. Cita-cita menjadi seorang polisi kemudian dia tinggalkan, tetapi tekadnya menjadi sukses tidak berhenti sampai di situ.

Fajar akhir memilih menekuni dunia penerbangan, dia ingin menjadi seorang pilot dan masuk ke sekolah penerbangan Alfa di Halim Perdana Kusuma.

"Dia mau masuk polisi pakai jalur brigadir saya tidak perbolehkan. Kemudian dia pilih masuk sekolah pilot," kata Sri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved